Brad Binder Khawatir Daya Tahan Ban KTM Jadi Masalah di MotoGP Brasil
Brad Binder KTM
Berita MotoGP: MotoGP Brasil 2026 menghadirkan tantangan baru bagi tim dan pembalap, terutama terkait performa ban. Brad Binder pun berharap simulasi KTM bisa menjawab kekhawatiran tersebut.
Pembalap KTM, Brad Binder, mengaku masih menyimpan kekhawatiran menjelang MotoGP Brasil 2026. Fokus utamanya bukan pada adaptasi lintasan, melainkan pada daya tahan ban yang diprediksi akan menjadi faktor krusial di Sirkuit Goiania.
MotoGP kembali ke Brasil setelah absen panjang, dan lintasan ini menjadi tantangan baru bagi seluruh pembalap. Minimnya data historis membuat tim harus sangat bergantung pada simulasi, termasuk KTM yang sudah melakukan analisis terkait karakter sirkuit.
Binder menyebut, timnya memprediksi keausan ban belakang akan sangat tinggi selama balapan berlangsung.
“Dari yang saya pahami, sirkuit ini akan sangat keras terhadap ban belakang. Itu berdasarkan simulasi dan analisis tim kami,” ujar Binder.
Ia pun berharap hasil simulasi tersebut benar-benar akurat saat diterapkan di lintasan.
“Kita tidak pernah benar-benar tahu sebelum mencobanya langsung. Jadi saya hanya bisa berharap semuanya berjalan baik,” lanjutnya.
Karakter Sirkuit Goiania memang cukup menantang. Kombinasi tikungan cepat, dominasi tikungan kanan, serta akselerasi di posisi miring membuat tekanan terhadap ban, khususnya bagian belakang, menjadi lebih besar.
Tak hanya itu, gaya pengereman dalam kondisi motor miring juga berpotensi membebani ban depan, terutama sisi kanan. Hal ini bisa mempercepat degradasi dan memengaruhi konsistensi performa sepanjang balapan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Michelin sebagai pemasok ban resmi MotoGP membawa kompon yang lebih keras. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas performa, terutama dalam kondisi suhu tinggi yang diprediksi terjadi di Brasil.
Bagi KTM sendiri, musim 2026 menjadi fase pengembangan penting. Tim asal Austria itu mencoba membuat motor RC16 lebih seimbang, meski harus mengorbankan sedikit kecepatan puncak.
Pada seri pembuka di Thailand, Binder finis di posisi ketujuh, sementara rekan setimnya tampil cukup kompetitif. Namun, persoalan ban masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi.
MotoGP Brasil pun akan menjadi ujian nyata bagi KTM untuk melihat apakah pendekatan teknis mereka sudah berada di jalur yang tepat.
Jika simulasi yang mereka buat sesuai dengan kondisi di lintasan, bukan tidak mungkin KTM bisa tampil lebih kompetitif. Namun jika meleset, manajemen ban bisa menjadi titik lemah yang merugikan mereka sepanjang balapan.
Artikel Tag: ktm, Brad Binder, MotoGP Brasil
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/brad-binder-khawatir-daya-tahan-ban-ktm-jadi-masalah-di-motogp-brasil
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini