Masalah Tekanan Ban Dikritik Keras, Bos MotoGP Enggan Buru-buru Ubah Aturan
Bos MotoGP, Carlos Ezpeleta.
Berita MotoGP - Bos MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa aturan tekanan ban akan tetap diberlakukan meski kejuaraan memasuki era baru bersama Pirelli pada MotoGP 2027. Kritik soal aturan ini kembali memanas setelah masalah tekanan ban menjadi sorotan dalam MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Aturan mengenai tekanan ban kembali menuai kritik karena dinilai memengaruhi strategi pembalap selama balapan. Jorge Martin terlihat mencari posisi di belakang pembalap lain dalam Sprint, sementara Pedro Acosta melakukan hal serupa saat balapan utama. Perilaku tersebut berkaitan dengan upaya menjaga suhu dan tekanan ban agar tetap berada dalam rentang yang sesuai.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas regulasi yang berlaku. Sejumlah pihak menilai pemeriksaan tekanan ban sesaat sebelum start bisa menjadi alternatif, sehingga pembalap tidak perlu terlalu memikirkan batas minimum selama balapan berlangsung.
Namun Bos MotoGP, Carlos Ezpeleta menjelaskan bahwa aturan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan keselamatan dan persaingan yang adil. Tekanan ban yang terlalu rendah memang berpotensi memberikan keuntungan performa, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan.
“Aturan tekanan ban diperkenalkan karena penggunaan tekanan ban yang sangat rendah dapat memberikan keuntungan performa, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan. Regulasi ini, yang didukung Michelin sebagai pemasok ban dan para pabrikan, bertujuan menjamin keselamatan serta keadilan dalam kompetisi,” ujar Ezpeleta dalam sesi pengarahan media.
Ia juga menegaskan bahwa MotoGP akan menerapkan pendekatan hati-hati ketika beralih ke Pirelli pada MotoGP 2027. Protokol yang berlaku saat ini akan tetap digunakan pada tahap awal, dengan keselamatan sebagai prioritas utama.
Dalam jangka panjang, MotoGP berharap dapat mengembangkan ban yang tidak terlalu terpengaruh ketika pembalap berada di belakang lawan. Pengembangan tersebut juga ditujukan untuk menghilangkan potensi keuntungan performa yang diperoleh dengan mengoperasikan ban mendekati batas tekanan minimum.
Ezpeleta menambahkan bahwa perkembangan teknologi MotoGP, terutama aerodinamika dan sistem pengaturan ketinggian motor, turut membuat pengelolaan tekanan ban semakin kompleks.
Meski demikian, persoalan ini bukan hanya menyangkut pembalap dan tim. Kebingungan penonton akibat strategi tekanan ban juga menjadi perhatian, sehingga MotoGP perlu memastikan regulasi yang diterapkan tetap mudah dipahami tanpa mengorbankan keselamatan.
Artikel Tag: Carlos Ezpeleta, MotoGP 2027
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/masalah-tekanan-ban-dikritik-keras-bos-motogp-enggan-buru-buru-ubah-aturan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini