MotoGP Dinilai Keterlaluan Soal Ancaman Hukuman Untuk Marc Marquez

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 27 Okt 2026, 14:40 WIB - 189 views
Marc Marquez tak mengikuti acara promosi MotoGP di Sirkuit Motegi dan menunjuk pengganti untuk hadiri balapan Gokart.

Marc Marquez tak mengikuti acara promosi MotoGP di Sirkuit Motegi dan menunjuk pengganti untuk hadiri balapan Gokart.

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Jurnalis MotoGP Mat Oxley mengkritik keras kebijakan sanksi bagi pembalap yang absen dari acara promosi kejuaraan, seperti yang dilakukan oleh Marc Marquez. Ia menilai Carlos Ezpeleta, wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, seolah ingin memicu perselisihan dengan para pembalap melalui penerapan denda dan ancaman penalti grid.

MotoGP terus berupaya memperluas jangkauan penggemar sejak Liberty Media mengambil alih kepemilikan kejuaraan. Sejumlah kegiatan promosi pun digelar untuk meningkatkan interaksi pembalap dengan penonton, mulai dari balapan tuk-tuk di Thailand, balapan gokart di Jepang, hingga parade truk mini di Australia.

Namun agenda tersebut menuai kritik dari sejumlah pembalap. Salah satu kasus yang menjadi sorotan terjadi di Motegi, ketika Marc Marquez tidak mengikuti balapan gokart menjelang Grand Prix Jepang.

Marc Marquez menggunakan pemeran pengganti untuk kegiatan tersebut karena perlu mengompres lengan kanannya menjelang balapan. Ia kemudian mengkritik format acara promosi yang dinilainya bukan satu-satunya cara untuk menarik penggemar baru.

Setelah polemik itu, MotoGP mengumumkan denda sebesar 5.000 euro bagi pembalap yang tidak menghadiri kegiatan promosi tanpa alasan yang diterima. Ancaman penalti posisi start atau grid penalty bagi pelanggaran berulang juga telah dikonfirmasi.

Oxley menilai sanksi olahraga tersebut terlalu berlebihan. Dalam siniar The Oxley Bom MotoGP Podcast, ia mempertanyakan keputusan menjatuhkan hukuman yang dapat memengaruhi hasil balapan hanya karena pembalap melewatkan acara promosi.

"Benar-benar tidak bisa diterima jika seseorang yang tidak mengikuti acara promosi kemudian dijatuhi penalti grid. Ini sungguh keterlaluan," kata Oxley.

Ia menduga Carlos Ezpeleta ingin berhadapan langsung dengan para pembalap melalui kebijakan tersebut. Menurutnya, meski Liberty Media menjadi pemilik MotoGP, pengelolaan kejuaraan masih banyak dijalankan oleh orang-orang yang sama seperti sebelumnya. Carlos, putra CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, kini memegang peran penting dalam operasional kejuaraan.

Peter Bom, rekan Oxley dalam siniar tersebut, sependapat bahwa kebijakan ini berpotensi memperbesar ketegangan. Ia menilai Marquez memiliki alasan kuat untuk melewatkan acara gokart di Motegi karena kondisi pergelangan tangannya.

Bom juga menyoroti kemungkinan para pembalap semakin solid dalam memperjuangkan hak mereka. Wacana pembentukan serikat pembalap kembali mencuat setelah polemik mengenai acara promosi dan ancaman sanksi tersebut.

Hingga kini, perdebatan itu memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai batas kewajiban promosi dan perlindungan kepentingan pembalap. Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan ini berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas antara pembalap dan pengelola MotoGP.

Artikel Tag: Marc Marquez, motogp jepang, Sirkuit Motegi

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/motogp-dinilai-keterlaluan-soal-ancaman-hukuman-untuk-marc-marquez
189
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini