Nasib Yamaha MotoGP Mirip Ferrari di F1, Dulunya Berjaya Kini Terpuruk
Nasib Yamaha di MotoGP disebut mirip dengan Ferrari di F1, dulunya berjaya sekarang terpuruk.
Berita MotoGP - Kiprah Yamaha mulai disamakan dengan perjalanan Ferrari di Formula 1. Bukan karena kesuksesan, melainkan karena kedua tim dinilai punya masalah yang sama, yaitu kesulitan karena bertahan dengan cara lama sementara para rivalnya terus berkembang.
Yamaha menghadapi tantangan besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di MotoGP.
Tim pabrikan asal Jepang tersebut pernah menjadi salah satu penguasa kelas premier, tetapi performanya dalam beberapa musim terakhir justru terus menurun. Situasi itu membuat Yamaha kini dibandingkan dengan Ferrari yang mengalami penantian panjang untuk kembali menjadi juara Formula 1.
Ferrari terakhir kali meraih gelar pembalap pada 2007 melalui Kimi Raikkonen, sedangkan gelar konstruktor terakhir mereka datang pada 2008.
Sementara itu, Yamaha memang belum selama Ferrari dalam menunggu gelar. Fabio Quartararo membawa tim asal Iwata ini menjadi juara dunia pada 2021. Namun, setelah itu mereka kesulitan bersaing di papan atas.
Masalah tim ini dinilai bukan sekadar persoalan anggaran. Mereka bahkan disebut menghabiskan sekitar 60 juta euro per tahun untuk proyek MotoGP, jauh lebih besar dibandingkan Aprilia yang diklaim hanya mengeluarkan sekitar 20 juta euro.
Fabio Quartararo sebelumnya juga menyoroti pola kerja tim pabrikan ini yang dianggap terlalu berhati-hati dalam mengembangkan motor.
"Apa yang saya tahu di Yamaha adalah kami tidak cukup mengambil risiko dalam pengembangan motor. Kami selalu terlalu lambat," ujar Quartararo kepada Crash.net.
"Dan saya pikir inilah alasan mengapa para pabrikan Eropa membuat perbedaan yang sangat besar."
Tim berlogo Garpu Tala ini sebenarnya telah melakukan sejumlah perubahan. Mereka menambah tim satelit melalui Pramac dan memutuskan menggunakan mesin V4 untuk menghadapi era regulasi baru.
Namun perubahan tersebut belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran mengenai pola pikir yang telah mengakar di dalam tim. Mereka bahkan belum meraih kemenangan MotoGP sejak 2022 silam.
Kondisi tersebut mengingatkan pada Ferrari. Nama besar dan sejarah panjang tidak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan ketika para rival berkembang lebih cepat.
Quartararo bahkan melihat Honda mulai menunjukkan perubahan positif. Pembalap asal Prancis itu akan bergabung dengan Honda pada 2027.
"Saya melihat beberapa perubahan di Honda. Mereka mulai mendapatkan berbagai hal dengan lebih cepat dan sekarang mereka tahu apa yang dibutuhkan untuk bersaing dengan pabrikan lain," kata Quartararo.
Kini tim pabrikan asal Iwata ini berharap perubahan besar menjelang regulasi 2027 dapat mengembalikan mereka ke papan atas. Namun, jika tetap mempertahankan pola lama, kebangkitan tersebut bisa kembali tertunda.
Artikel Tag: Ferrari, yamaha, Fabio Quartararo
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/nasib-yamaha-motogp-mirip-ferrari-di-f1-dulunya-berjaya-kini-terpuruk
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini