Scott Redding Ungkap Penyesalan Terbesar dalam Kariernya di MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
Sabtu 05 Sep 2026, 16:05 WIB - 175 views
Scott Redding ketika meraih podium ketiga di MotoGP Belanda 2016

Scott Redding ketika meraih podium ketiga di MotoGP Belanda 2016

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Scott Redding pernah bersaing dengan sejumlah nama terbesar di MotoGP dan bahkan berhasil meraih podium. Namun pembalap asal Inggris itu mengaku tidak benar-benar menikmati perjalanan kariernya di kelas utama karena selalu merasa hasil yang diraih belum cukup.

Scott Redding memiliki karier yang menjanjikan sejak masih berada di kelas junior. Ia bahkan pernah bersaing ketat dengan Marc Marquez ketika masih berada di kelas 125cc.

Namun perjalanan keduanya kemudian mengambil arah berbeda. Marquez lebih dulu naik ke MotoGP pada 2013, sementara Redding baru menyusul setahun kemudian setelah finis sebagai runner-up Moto2.

Redding menjalani debut MotoGP bersama Gresini Honda pada 2014. Saat itu, ia merasa kecewa karena tidak mendapatkan motor dengan spesifikasi terbaik seperti yang diberikan Honda kepada Marquez.

Meski demikian, Redding tetap mampu mencatatkan sejumlah hasil positif. Ia meraih posisi terbaik di klasemen MotoGP dengan finis ke-12 pada musim debutnya, sebelum mencatat podium pertamanya bersama Marc VDS pada 2015.

Setahun kemudian, ia kembali naik podium bersama Pramac Ducati.

Redding juga berkesempatan berhadapan langsung dengan sejumlah legenda MotoGP seperti Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

Namun ketika masih aktif sebagai pembalap MotoGP, pencapaian tersebut tidak pernah terasa cukup baginya.

"Dulu, finis kedelapan dalam balapan MotoGP, yang merupakan puncak balap motor dengan pembalap-pembalap terbaik dunia, tidak pernah terasa cukup bagi saya," ujar Redding melalui kanal YouTube Carole Nash Insidebikes.

"Saya membalap melawan Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo. Sekarang saya melihatnya kembali dan berpikir, 'Seharusnya kamu bangga dengan pencapaian itu.' Tetapi saat itu saya tidak merasa demikian."

Redding mengakui pola pikir tersebut justru memberikan tekanan besar sepanjang kariernya. Ia selalu merasa harus meningkatkan performa ketika gagal menang.

"Itulah mentalitas saya sejak kecil. Ketika menang, saya merasa harus terus mendapatkan kemenangan. Ketika kalah, saya merasa harus menjadi lebih baik agar bisa menang. Itu memberikan banyak tekanan dan saya merasa tidak menikmati perjalanan saya di MotoGP," katanya.

Meski begitu, Redding tidak sepenuhnya menyesali bagaimana kariernya berjalan. Ia bahkan menyadari bahwa tekanan tersebut mungkin turut mendorongnya meraih hasil yang lebih baik.

"Saya tetap menghargai bagaimana semuanya berjalan. Kalau saya benar-benar menikmati semuanya, mungkin saya tidak akan mendapatkan hasil yang sama karena saya bisa saja terlalu nyaman," tuturnya.

Kini, setelah memiliki jarak dengan masa lalu, Scott Redding mulai melihat karier MotoGP-nya dari sudut pandang berbeda. Ia bangga pernah menjadi bagian dari kelompok kecil pembalap yang mampu mencapai kelas tertinggi dan bersaing dengan para juara dunia.

Artikel Tag: Honda, Ducati, Scott Redding

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/scott-redding-ungkap-penyesalan-terbesar-dalam-kariernya-di-motogp
175
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini