Ana Barbosu Dijatuhi Skorsing Dua Tahun akibat Pelanggaran Antidoping
Ana Barbosu merupakan peraih medali perunggu nomor senam lantai putri pada Olimpiade Paris 2024. (Foto: AP)
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengukuhkan hukuman larangan bertanding selama dua tahun terhadap pesenam Rumania Ana Barbosu akibat tiga kali gagal memenuhi kewajiban pelaporan keberadaan atlet untuk tes antidoping.
Namun, CAS memutuskan hasil kompetisi Barbosu sejak Desember 2025 tetap berlaku.
CAS pada Rabu (4/11) menyatakan sebagian permohonan Federasi Senam Dunia (World Gymnastics) dalam proses disipliner terhadap Barbosu dikabulkan.
Kasus tersebut bermula setelah Badan Pengujian Internasional (ITA) mencatat tiga pelanggaran kewajiban pelaporan keberadaan atlet yang dilakukan Barbosu antara September dan Desember 2025.
Ana Barbosu, yang kini berusia 20 tahun, sebelumnya dijatuhi skorsing sementara pada 5 Mei 2026.
Dia kemudian mengajukan banding ke CAS dan menjalani sidang pada Agustus. Dalam proses tersebut, Barbosu meminta agar hukuman tidak diberlakukan.
Namun, hakim CAS menyimpulkan ketiga pelanggaran memang terjadi dalam periode 12 bulan sehingga sanksi tetap harus dijalankan.
Meski demikian, pengadilan menerima argumen Barbosu terkait status hasil kompetisinya dan memutuskan tidak ada pencabutan hasil pertandingan sejak Desember 2025.
Hukuman dua tahun tersebut dihitung sejak tanggal skorsing sementara diberlakukan, yakni 5 Mei 2026.
Dengan demikian, masa larangan bertanding Barbosu dijadwalkan berakhir pada 4 Mei 2028. Dia juga memperoleh pengurangan masa hukuman sesuai periode skorsing yang telah dijalani.
Ana Barbosu merupakan peraih medali perunggu nomor senam lantai putri pada Olimpiade Paris 2024.
Medali tersebut sempat diberikan kepada pesenam Amerika Serikat Jordan Chiles sebelum dicabut dan dikembalikan kepada Barbosu setelah CAS mengabulkan gugatan Komite Olimpiade Rumania terkait keterlambatan pengajuan keberatan terhadap nilai Chiles.
Persoalan medali Olimpiade itu masih menjadi perkara terpisah di CAS. Pengadilan mengonfirmasi kasus tersebut akan diperiksa kembali setelah Pengadilan Federal Swiss pada Februari 2026 meminta pemeriksaan ulang berdasarkan bukti baru.
Sidang berikutnya diperkirakan tidak berlangsung sebelum Mei 2027.
Barbosu, yang kini berkompetisi untuk Universitas Stanford dalam kejuaraan NCAA, sebelumnya menegaskan kasus antidoping tersebut tidak berkaitan dengan penggunaan zat terlarang.
Dalam pernyataan melalui Instagram pada Mei, dia menyebut kepindahan ke Amerika Serikat dan proses memulai kehidupan sebagai mahasiswa menjadi masa transisi yang penuh tantangan.
Atlet yang masuk dalam Registered Testing Pool (RTP) wajib melaporkan lokasi keberadaan setiap hari, termasuk satu periode waktu selama 60 menit ketika mereka harus tersedia untuk menjalani tes.
Tiga kali kegagalan tes atau pelaporan dalam periode 12 bulan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran aturan antidoping. Sanksi standar untuk pelanggaran tersebut berkisar satu hingga dua tahun.
Artikel Tag: olimpiade, doping
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ana-barbosu-dijatuhi-skorsing-dua-tahun-akibat-pelanggaran-antidoping
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini