Atlet Atletik Dijatuhi Sanksi Usai Terbukti Bertaruh pada Rekan Setim
Salah satu atlet yang dijatuh sanksi adalah pelempar cakram asal Jerman, Henrik Janssen. (Foto: AP)
Tiga atlet atletik internasional dijatuhi sanksi setelah terbukti melanggar aturan integritas olahraga dengan memasang taruhan pada rekan setim mereka sendiri di ajang kejuaraan besar.
Athletics Integrity Unit (AIU) pada Kamis (29/1) mengumumkan bahwa pelanggaran tersebut terjadi di Kejuaraan Eropa 2024 dan Kejuaraan Dunia Atletik 2025.
Kasus paling serius melibatkan pelari jarak menengah asal Prancis, Aurore Fleury.
Atlet berusia 32 tahun itu terbukti memasang taruhan senilai 2.000 euro pada nomor lomba di Kejuaraan Eropa Atletik 2024 di Roma.
Taruhan tersebut memberinya keuntungan sebesar 5.000 euro, sebuah pelanggaran berat terhadap aturan atletik yang secara tegas melarang atlet bertaruh pada kompetisi mereka sendiri maupun rekan satu tim.
Akibat tindakannya, Fleury dijatuhi sanksi larangan bertanding selama enam bulan yang akan berakhir pada akhir Februari 2026.
Selain itu, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar 3.000 euro yang akan disumbangkan untuk kegiatan amal.
Meski berstatus juara nasional Prancis, Fleury belum pernah tampil di Olimpiade sepanjang kariernya.
Dua atlet lainnya adalah pelempar cakram asal Jerman, Henrik Janssen dan Steven Richter. Keduanya terbukti memasang taruhan saat berlangsungnya Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo pada September lalu.
Janssen memasang taruhan total 100 euro, sementara Richter sebesar 40 euro.
Meski nilai taruhan relatif kecil, tindakan tersebut tetap dianggap melanggar kode etik dan regulasi integritas olahraga.
AIU menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama tiga bulan kepada Janssen dan Richter, namun hukuman tersebut bersifat ditangguhkan.
Janssen sendiri merupakan atlet Olimpiade Paris 2024, meski gagal melaju ke babak final.
Pada kejuaraan dunia, ia sempat tampil di final nomor lempar cakram, sementara Richter tersingkir di babak kualifikasi.
Dalam pernyataannya, AIU menyebut kurangnya edukasi mengenai aturan taruhan sebagai salah satu faktor yang meringankan hukuman.
Ketiga atlet juga dinilai kooperatif karena mengakui kesalahan sejak awal, menunjukkan penyesalan yang tulus, serta memiliki catatan disiplin yang bersih sebelumnya.
Kasus ini kembali menegaskan komitmen federasi atletik dunia dalam menjaga integritas olahraga.
AIU berharap sanksi tersebut menjadi peringatan keras bagi atlet lain agar memahami dan mematuhi aturan, terutama terkait perjudian, demi menjaga kepercayaan publik dan sportivitas dalam kompetisi atletik internasional.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/atlet-atletik-dijatuhi-sanksi-usai-terbukti-bertaruh-pada-rekan-setim
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini