Evan Bates Soroti Perundungan Daring terhadap Atlet Seluncur Indah Remaja

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 11 Okt 2026, 20:16 WIB - 85 views
Menurut Evan Bates, perhatian yang lebih besar terhadap olahraga tersebut juga memunculkan lingkungan digital yang tidak sehat. (Foto: AP)

Menurut Evan Bates, perhatian yang lebih besar terhadap olahraga tersebut juga memunculkan lingkungan digital yang tidak sehat. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Atlet seluncur indah peraih medali emas Olimpiade, Evan Bates, memperingatkan meningkatnya komentar bernada pelecehan di media sosial yang menyasar atlet remaja berusia 13 tahun ke atas.

Ia menilai peningkatan jumlah penonton siaran langsung kompetisi turut diikuti oleh bertambahnya komentar negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental dan kesejahteraan para atlet muda.

Evan Bates, yang menjabat sebagai ketua komite atlet International Skating Union (ISU), menyampaikan kekhawatiran tersebut menjelang keikutsertaan ISU dalam kampanye melawan pelecehan daring pada Jumat (9/10).

Popularitas seluncur indah kembali meningkat setelah Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.

Namun, menurut Bates, perhatian yang lebih besar terhadap olahraga tersebut juga memunculkan lingkungan digital yang tidak sehat, terutama selama siaran langsung kompetisi seperti Junior Grand Prix.

Ajang tersebut menjadi salah satu wadah bagi atlet berusia minimal 13 tahun untuk mengembangkan karier dan mengejar impian tampil di Olimpiade pada masa mendatang.

“Kami melihat peningkatan besar dalam jumlah penonton dan siaran daring. Namun, hal itu juga membawa lebih banyak percakapan dan, sayangnya, semakin banyak komentar negatif,” kata Evan Bates.

“Kita berbicara tentang anak-anak di bawah umur yang tidak pantas menerima pelecehan semacam itu. Perjuangan seorang atlet untuk mewujudkan impiannya berkompetisi di tingkat ISU seharusnya tidak mengorbankan kesehatan mental maupun kesejahteraannya,” ujarnya.

ISU, organisasi yang menaungi seluncur indah dan seluncur cepat, juga berkomitmen memperluas program perlindungan atlet melalui perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI).

Teknologi tersebut memungkinkan komentar yang mengandung pelecehan disaring sehingga tidak terlihat oleh pemilik akun media sosial.

Evan Bates, 37 tahun, merupakan salah satu atlet paling berpengalaman di cabang tersebut bersama pasangan tari esnya, Madison Chock.

Ia berharap para atlet senior yang telah mengalami berbagai dinamika kompetisi dapat lebih aktif menyuarakan penolakan terhadap pelecehan daring.

“Saya ingin semakin banyak atlet senior yang sudah melalui pengalaman ini untuk tampil ke depan dan mengecam orang-orang yang menciptakan lingkungan beracun bagi para atlet seluncur indah,” katanya.

ISU bergabung dengan kampanye United Against Online Abuse, yang awalnya dibentuk oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Kampanye tersebut berupaya mengatasi pelecehan di internet, termasuk dalam olahraga otomotif yang persaingan di lintasannya kerap berlanjut menjadi permusuhan di media sosial.

Bates mengatakan dirinya berusaha mendorong lebih banyak atlet menggunakan perangkat penyaring komentar yang ia ibaratkan sebagai “perisai”.

Meski demikian, ia mengakui sebagian atlet masih ragu memberikan akses akun mereka kepada perangkat pihak ketiga.

Sistem tersebut telah menandai sekitar 300.000 komentar negatif pada akun 92 atlet yang menggunakannya. Sekitar separuh komentar itu muncul selama Olimpiade.

Menurut Evan Bates, pelecehan terhadap atlet bukan fenomena baru. Namun, media sosial kini memungkinkan pengguna menyampaikan komentar secara lebih langsung kepada atlet dibandingkan sebelumnya.

Artikel Tag: olimpiade

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/evan-bates-soroti-perundungan-daring-terhadap-atlet-seluncur-indah-remaja
85
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini