Frank Thomas Ajukan Gugatan atas Penggunaan Identitasnya Tanpa Izin
Frank Thomas menyoroti penjualan jersey edisi City Connect 2.0 oleh White Sox sekitar 28 April 2025 yang menampilkan nomor punggung 35 miliknya. (Foto: AP)
Legenda bisbol Major League Baseball (MLB), Frank Thomas, mengajukan gugatan hukum terhadap Chicago White Sox, serta perusahaan apparel Nike dan Fanatics, terkait dugaan penggunaan identitasnya tanpa izin pada produk jersey.
Gugatan tersebut diajukan di Cook County, Illinois, dengan tuntutan ganti rugi lebih dari 50.000 dolar AS serta permintaan persidangan oleh juri.
Dalam dokumen gugatan, Thomas menyoroti penjualan jersey edisi City Connect 2.0 oleh White Sox sekitar 28 April 2025 yang menampilkan nomor punggung 35 miliknya, lengkap dengan nama dan nomor tersebut di bagian depan dan belakang.
Produk tersebut juga memuat logo dan merek dagang White Sox, serta branding dari Nike.
Pihak Thomas menilai penggunaan nama dan nomor tersebut dilakukan tanpa persetujuan, sehingga melanggar hak publikasi yang diatur dalam hukum negara bagian Illinois.
Pengacara Thomas, William T. Gibbs dari firma hukum Corboy & Demetrio, menyatakan bahwa perusahaan tidak diperbolehkan memperoleh keuntungan dari identitas seseorang tanpa izin.
Ia menegaskan bahwa gugatan ini didasarkan pada dugaan pelanggaran Illinois Right to Publicity Act.
Pihak White Sox menolak memberikan komentar terkait kasus yang masih berlangsung.
Sementara itu, asosiasi pemain MLB tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan, dan pihak Nike serta Fanatics juga memilih tidak berkomentar.
Sidang manajemen kasus dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei di Circuit Court of Cook County.
Ini bukan kali pertama Frank Thomas berselisih dengan mantan timnya tersebut.
Pada 2002, White Sox sempat mengaktifkan klausul “penurunan performa” dalam kontraknya, yang memangkas gaji pokoknya secara signifikan serta menunda sebagian pembayaran.
Pada 2006, Thomas juga menggugat dua dokter tim White Sox terkait dugaan kesalahan diagnosis cedera kaki yang memperparah kondisinya. Kasus tersebut akhirnya diselesaikan di luar pengadilan pada 2011.
Ketegangan terbaru muncul bulan lalu ketika White Sox mengunggah konten peringatan Black History Month di media sosial, yang dinilai Thomas tidak memberikan penghargaan yang layak terhadap kontribusinya bagi klub.
Frank Thomas merupakan MVP Liga Amerika pada 1993 dan 1994, serta pemegang berbagai rekor ofensif sepanjang masa di White Sox, termasuk dalam kategori home run, RBI, dan on-base percentage.
Artikel Tag: Chicago White Sox, mlb
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/frank-thomas-ajukan-gugatan-atas-penggunaan-identitasnya-tanpa-izin
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini