Kejuaraan Dunia Atletik 2029 untuk Pertama Kalinya Digelar di Afrika
Presiden World Athletics Sebastian Coe mengatakan bahwa membawa kejuaraan ini ke Afrika untuk pertama kalinya akan menjadi sesuatu yang bersejarah. (Foto: Instagram)
Kejuaraan Dunia Atletik akan digelar di Afrika untuk pertama kalinya setelah Nairobi, Kenya, ditetapkan sebagai tuan rumah edisi 2029, demikian diumumkan World Athletics pada Selasa (15/9).
Keputusan tersebut diumumkan Presiden World Athletics Sebastian Coe setelah penyelenggaraan Ultimate Championship di Hungaria.
Kenya dikenal sebagai salah satu negara terkuat dalam nomor lari jarak jauh dan berada di posisi kedua dalam daftar perolehan medali sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia Atletik, di bawah Amerika Serikat.
"Membawa kejuaraan kami ke Afrika untuk pertama kalinya akan menjadi sesuatu yang bersejarah," kata Coe. "Atletik sudah menyatu dalam kehidupan Kenya."
Menteri Olahraga Kenya Salim Mvurya mengatakan penyelenggaraan tersebut akan memperlihatkan kepada dunia bagaimana lari menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kenya.
"Dunia akan datang ke sebuah negara tempat lari lebih dari sekadar kompetisi, tetapi merupakan bagian dari kisah nasional kami," ujar Mvurya.
Nairobi akan menggunakan stadion yang saat ini sedang menjalani peningkatan fasilitas. Stadion tersebut juga disiapkan untuk mendukung Kenya sebagai salah satu negara tuan rumah Piala Afrika tahun depan.
Coe mengatakan penelitian World Athletics menunjukkan Kenya merupakan pasar dengan antusiasme tertinggi terhadap atletik di antara negara-negara yang disurvei.
Ia menilai Nairobi memenuhi berbagai kondisi untuk menjadi tuan rumah.
"World Athletics perlu membawa Kejuaraan Dunia ke Afrika ketika kami memiliki tuan rumah yang tepat, penawaran yang tepat dan keadaan yang tepat. Nairobi telah menunjukkan dengan tegas bahwa ini adalah momen mereka," kata Coe.
Penunjukan Nairobi sekaligus meningkatkan sorotan terhadap Kenya sebagai negara atletik.
Namun, sejarah kasus doping yang melibatkan sejumlah pelari elite Kenya juga berpotensi mendapat perhatian.
Pemegang rekor dunia maraton Ruth Chepng'etich saat ini menjalani larangan bertanding selama tiga tahun karena kasus doping.
Kejuaraan Dunia 2031 akan kembali digelar di Jerman, dengan Munich menjadi tuan rumah. Munich belum pernah menggelar Kejuaraan Dunia Atletik, meski Berlin menjadi tuan rumah pada 2009 dan Stuttgart pada 1993.
London dan Roma sebelumnya juga mengajukan pencalonan untuk edisi 2029, tetapi tidak terpilih.
Sementara itu, Kejuaraan Dunia tahun depan akan kembali menggunakan format tradisional di Beijing.
Ajang tersebut berlangsung selama 10 hari dengan program lengkap, berbeda dari Ultimate Championship yang hanya berlangsung tiga hari dan menghadirkan atlet melalui undangan.
Coe mengatakan sudah ada banyak minat untuk menjadi tuan rumah Ultimate Championship 2028, meski lokasi penyelenggaraannya belum ditentukan.
Artikel Tag: Sebastian Coe
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/kejuaraan-dunia-atletik-2029-untuk-pertama-kalinya-digelar-di-afrika
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini