Ning Zhongyan Rebut Emas 1.500 Meter, Pecahkan Rekor Olimpiade
Ning Zhongyan membukukan waktu satu menit 41,98 detik, mematahkan rekor Olimpiade yang baru saja tercipta beberapa menit sebelumnya. (Foto: AP)
Peluncur cepat China, Ning Zhongyan, mencetak kejutan besar dengan merebut medali emas nomor 1.500 meter putra sekaligus memecahkan rekor Olimpiade pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Kamis (19/2).
Ning membukukan waktu satu menit 41,98 detik, mematahkan rekor Olimpiade yang baru saja tercipta beberapa menit sebelumnya.
Catatan tersebut juga memastikan emas pertama China dalam sejarah nomor 1.500 meter putra, yang kerap dijuluki “King’s Race” dalam speed skating lintasan panjang.
Atlet berusia 26 tahun itu mengungguli favorit utama asal Amerika Serikat, Jordan Stolz, yang finis 0,77 detik lebih lambat dengan waktu 1:42,75 dan harus puas dengan perak.
Sementara juara bertahan asal Belanda, Kjeld Nuis, meraih perunggu dengan catatan 1:42,82.
Begitu menyentuh garis akhir, Ning tidak langsung merayakan.
Ia duduk di tepi lintasan, menunggu hasil pasangan terakhir, khususnya Stolz yang dalam empat tahun terakhir mendominasi nomor ini.
Ketika waktu Stolz muncul di papan skor dan dipastikan lebih lambat, Ning tak kuasa menahan tangis sebelum berkeliling arena dengan balutan bendera China.
“Selama empat tahun terakhir dia seperti gunung yang tidak bisa saya lewati,” kata Ning Zhongyan tentang Stolz. “Hari ini, di panggung Olimpiade, akhirnya saya bisa melewatinya.”
Kemenangan ini terasa spesial bagi Ning yang sebelumnya meraih dua medali perunggu di nomor 1.000 meter dan team pursuit pada edisi yang sama.
Total tiga medali dari tiga nomor menandai pencapaian terbaik dalam kariernya sekaligus tonggak baru bagi speed skating China.
Perjalanan menuju emas tidak mudah. Pada Olimpiade Beijing 2022, Ning finis ketujuh di nomor 1.500 meter dan gagal meraih medali di semua nomor yang diikutinya.
Ia mengaku saat itu tekanan mental menjadi beban besar.
“Setelah Beijing, rasanya seperti ada gunung di depan saya dan apa pun yang saya lakukan tidak cukup untuk melewatinya,” ujarnya. “Tapi saya tidak pernah berhenti percaya.”
Perubahan besar terjadi ketika ia mulai berlatih bersama pelatih asal Belanda, Johan De Wit, pada 2023.
Di bawah arahan De Wit, Ning Zhongyan memperbaiki detail teknik, strategi lomba, hingga pola latihan harian.
Ia bahkan rela menghabiskan lebih dari setahun jauh dari keluarga demi fokus penuh pada persiapan Olimpiade.
Strategi balapan berjalan sesuai rencana. Menghadapi Nuis di pasangan ke-13, Ning memilih start lebih sabar dan menjaga tenaga untuk putaran akhir.
Ia kemudian melesat di 700 meter terakhir dan memangkas lebih dari satu detik dari rekor Olimpiade sebelumnya.
Stolz, yang sebelumnya telah meraih emas di nomor 500 meter dan 1.000 meter di Milan-Cortina, mengakui keunggulan Ning. “Saya pikir bisa mengalahkan waktunya, tapi dia memang lebih baik hari ini,” ujar Stolz.
Sejak Olimpiade Musim Dingin pertama pada 1924, belum pernah ada atlet Asia yang memenangi emas nomor 1.500 meter putra hingga Ning Zhongyan menorehkan sejarah di Milan. Baginya, momen ini adalah puncak dari lebih dari satu dekade kerja keras.
“Semua jalan yang saya lalui, semua keringat dan air mata selama bertahun-tahun, terbayar pada momen ini,” kata Ning.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ning-zhongyan-rebut-emas-1500-meter-pecahkan-rekor-olimpiade
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini