Olimpiade Musim Dingin Mungkin Digelar Lebih Awal Akibat Pemanasan Global
Olimpiade Musim Dingin berpotensi dimulai pada Januari, sementara Paralimpiade Musim Dingin bisa digelar pada Februari, guna menghindari suhu yang semakin hangat. (Foto: AP)
Komite Olimpiade Internasional (IOC) membuka kemungkinan menggelar Olimpiade Musim Dingin lebih awal dari jadwal tradisional akibat dampak pemanasan global.
Dalam pernyataan yang disampaikan Rabu (4/2), IOC menyebutkan bahwa edisi mendatang berpotensi dimulai pada Januari, sementara Paralimpiade Musim Dingin bisa digelar pada Februari, guna menghindari suhu yang semakin hangat.
Sejak Olimpiade Musim Dingin Innsbruck 1964 yang dibuka pada 29 Januari, seluruh perebutan medali selalu berlangsung pada Februari.
Namun, perubahan ke Januari akan membawa tantangan besar, termasuk potensi benturan dengan kalender ajang Piala Dunia olahraga musim dingin yang prestisius, serta jadwal kompetisi liga besar seperti NFL dan NBA di Amerika Serikat.
Isu perubahan jadwal ini tengah dikaji IOC pada tahun pertama kepemimpinan Presiden baru, Kirsty Coventry. Karl Stoss, anggota IOC yang memimpin peninjauan program olahraga, mengatakan bahwa opsi memajukan jadwal Olimpiade Musim Dingin sedang dibahas secara serius.
Menurutnya, penyesuaian tersebut juga akan berdampak langsung pada penjadwalan Paralimpiade.
“Bulan Maret sudah sangat terlambat karena matahari cukup kuat untuk mencairkan salju,” ujar Stoss, yang berasal dari Austria—negara dengan tradisi kuat dalam ski Alpen dan lompat ski.
Ia menilai Paralimpiade mungkin lebih aman digelar pada Februari, sementara Olimpiade utama di Januari, sebagai bagian dari solusi menghadapi perubahan iklim.
Kekhawatiran terhadap krisis iklim juga disuarakan atlet. Pada hari yang sama, atlet ski asal Norwegia, Nikolai Schirmer, menyerahkan petisi bertajuk Ski Fossil Free kepada IOC.
Petisi yang ditandatangani lebih dari 21.000 orang, termasuk atlet profesional, menuntut penghentian sponsor perusahaan bahan bakar fosil dalam olahraga musim dingin.
Schirmer menyatakan bahwa olahraga musim dingin berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Musim dingin yang semakin pendek dan berkurangnya salju global menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan cabang-cabang olahraga tersebut.
Para peneliti pun memperkirakan jumlah lokasi yang layak menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin akan menyusut drastis di masa depan.
IOC mengakui bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar bagi dunia olahraga dan masyarakat.
Keputusan terkait penyesuaian jadwal Olimpiade serta isu keberlanjutan ini dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan IOC pada Juni mendatang, termasuk untuk Olimpiade Musim Dingin Pegunungan Alpen Prancis 2030 dan Utah 2034.
Artikel Tag: olimpiade, IOC, Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/olimpiade-musim-dingin-mungkin-digelar-lebih-awal-akibat-pemanasan-global
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini