Pemain Giants Cam Skattebo Minta Maaf usai Candaan soal CTE dan Asma
Cam Skattebo dianggap meremehkan chronic traumatic encephalopathy (CTE) dan asma. (Foto: AP)
Running back New York Giants, Cam Skattebo, menyampaikan permintaan maaf setelah komentarnya dalam sebuah wawancara memicu kritik karena dianggap meremehkan chronic traumatic encephalopathy (CTE) dan asma.
Pernyataan itu muncul dalam episode podcast Bring the Juice dan segera menjadi sorotan di media sosial.
Dalam wawancara tersebut, Cam Skattebo ditanya apakah ia percaya CTE itu nyata. Pemain berusia 24 tahun itu menjawab tidak dan menyebut kondisi tersebut sebagai alasan semata.
Saat pembahasan berlanjut ke topik asma, Skattebo juga menyetujui pernyataan bahwa penyakit itu hanyalah alasan, bahkan sempat melontarkan komentar bahwa penderita asma hanya lemah.
Ucapan itu kemudian menuai reaksi negatif, terutama karena CTE merupakan penyakit otak degeneratif yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius dalam olahraga kontak seperti football.
Sejumlah penelitian medis telah memperingatkan bahaya paparan benturan kepala berulang terhadap atlet, termasuk pemain football sejak usia muda.
Menanggapi kritik yang muncul, Cam Skattebo akhirnya mengunggah permintaan maaf melalui akun X miliknya pada Sabtu, 22 Maret 2026.
Ia mengakui telah melakukan kesalahan penilaian saat wawancara dan menyebut ucapannya sebagai candaan yang tidak pantas.
Skattebo menegaskan dirinya tidak pernah berniat meremehkan seriusnya cedera kepala maupun asma.
Ia juga meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung dan berjanji akan lebih berhati-hati serta lebih menghormati isu serupa pada masa mendatang.
Isu CTE sendiri telah lama menjadi perhatian di football Amerika.
Sebuah studi dari Boston University CTE Center pada 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen atlet muda, pelajar, dan mahasiswa, yang mayoritas pemain football dan meninggal sebelum usia 30 tahun, didiagnosis menderita CTE setelah terpapar benturan kepala berulang.
Studi itu dilakukan melalui pemeriksaan terhadap 152 otak donor.
Selain itu, beberapa kematian mantan pemain ternama seperti Junior Seau, Conrad Dobler, dan Dave Duerson juga diketahui berkaitan dengan diagnosis CTE.
Sementara itu, asma tetap menjadi masalah kesehatan global yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Di tengah kontroversi tersebut, ibu Skattebo, Becky Skattebo, ikut angkat bicara di media sosial.
Ia menyebut ucapan putranya merupakan bentuk sarkasme dan bukan dimaksudkan untuk merendahkan siapa pun.
Meski begitu, penjelasan itu tidak menghentikan kritik yang sudah terlanjur berkembang.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi Cam Skattebo di awal kariernya bersama Giants, bahwa komentar di ruang publik dapat memicu dampak besar, terutama ketika menyangkut isu kesehatan yang sensitif.
Artikel Tag: NFL
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/pemain-giants-cam-skattebo-minta-maaf-usai-candaan-soal-cte-dan-asma
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini