Penelitian Temukan Risiko Penyakit Neurodegeneratif Pemain NFL Meningkat

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 14 Jul 2026, 03:29 WIB - 85 views
Cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif adalah mengurangi total paparan benturan kepala. (Foto: AP)

Cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif adalah mengurangi total paparan benturan kepala. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Mantan pemain National Football League (NFL) memiliki risiko meninggal akibat penyakit neurodegeneratif seperti demensia dan Parkinson hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Penelitian terbaru yang dirilis Mass General Brigham, Boston University, dan Concussion & CTE Foundation pada Rabu (9/7) tersebut menganalisis 19.824 atlet yang pernah bermain di NFL sepanjang periode 1960 hingga 2019.

 Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.994 pemain telah meninggal dunia. Para peneliti menyebut studi ini sebagai penelitian kohort retrospektif terbesar yang pernah dilakukan terhadap populasi mantan pemain NFL.

Hasil penelitian menunjukkan risiko kematian akibat penyakit neurodegeneratif semakin tinggi pada pemain yang meninggal di usia lebih muda.

Mereka yang meninggal sebelum berusia 60 tahun memiliki tingkat kematian akibat penyakit saraf hingga 12 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum pada kelompok usia yang sama.

"Ini adalah bukti paling jelas pada tingkat populasi yang pernah kami miliki bahwa pemain NFL meninggal akibat penyakit neurodegeneratif dengan tingkat yang benar-benar lebih tinggi dan dapat diukur," kata Dr. Daniel Daneshvar, ketua bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi di Mass General Brigham serta Harvard Medical School.

Daneshvar mengatakan hasil penelitian tersebut memang memprihatinkan, tetapi tidak sepenuhnya mengejutkan mengingat sejarah olahraga kontak dengan benturan kepala berulang.

Salah satu temuan yang menarik perhatian peneliti adalah perbedaan risiko berdasarkan posisi bermain.

Pemain dengan posisi skill seperti quarterback, running back, wide receiver, dan posisi lain yang banyak terlibat dalam permainan terbuka tercatat hampir dua kali lebih sering memiliki penyakit neurodegeneratif sebagai penyebab kematian dibandingkan pemain lini ofensif dan defensif.

Menurut penelitian, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan paparan gaya benturan atau g-force yang lebih besar dan berulang selama karier.

Meski memiliki risiko penyakit saraf lebih tinggi, mantan pemain NFL justru memiliki tingkat kematian lebih rendah akibat sejumlah penyakit lain dibandingkan masyarakat umum.

Mereka tercatat lebih jarang meninggal karena kanker, penyakit kardiovaskular, maupun bunuh diri, yang menurut peneliti berkaitan dengan kondisi kesehatan umum atlet profesional yang lebih baik.

Daneshvar mengatakan temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa faktor utama peningkatan risiko penyakit ini pada pemain NFL kemungkinan besar berkaitan dengan chronic traumatic encephalopathy (CTE), yaitu gangguan otak akibat benturan kepala berulang.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena sertifikat kematian sering kali tidak mencatat penyebab utama secara akurat.

Dalam beberapa kasus, komplikasi seperti pneumonia dapat dicatat sebagai penyebab kematian, meski kondisi tersebut dipicu oleh gangguan lain seperti demensia.

Studi ini juga menemukan pola yang relatif konsisten di berbagai era NFL. Meski demikian, peneliti menilai perubahan aturan dan perlengkapan keselamatan tetap dapat membuat olahraga menjadi lebih aman.

Daneshvar menekankan bahwa cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif adalah mengurangi total paparan benturan kepala, termasuk melalui perubahan usia mulai bermain olahraga kontak serta metode latihan yang lebih aman.

Hasil penelitian ini sejalan dengan survei ESPN pada 2025 yang menunjukkan mantan pemain NFL yang memasuki masa pensiun lebih sering mengalami nyeri kronis, disabilitas, masalah kesehatan mental, serta penurunan fungsi kognitif dibandingkan pria Amerika pada umumnya.

Artikel Tag: NFL, Neurodegeneratif, Parkinson

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/penelitian-temukan-risiko-penyakit-neurodegeneratif-pemain-nfl-meningkat
85
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini