Rich Ruohonen Cetak Sejarah, Jadi Atlet AS Tertua di Olimpiade Musim Dingin
Rich Ruohonen beraksi dalam pertandingan AS melawan Swiss di Olimpiade Milan-Cortina 2026. (Foto: AP)
Atlet curling Amerika Serikat, Rich Ruohonen, mencatat sejarah sebagai atlet tertua Negeri Paman Sam yang pernah tampil di Olimpiade Musim Dingin.
Pada usia 54 tahun, ia turun bertanding dalam laga round-robin cabang curling putra melawan Swiss di Olimpiade Milan-Cortina 2026.
Ruohonen masuk sebagai pemain pengganti pada end kedelapan ketika Amerika Serikat tertinggal 8-2 dari Swiss.
Ia membantu timnya menambah satu poin sebelum akhirnya menyerah 8-3.
Meski tampil dalam situasi sulit, momen tersebut tetap terasa istimewa baginya.
“Luar biasa. Memang tidak ideal masuk saat kami tertinggal, tapi saya sangat menghargai kesempatan ini,” ujar Rich Ruohonen.
Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Joseph Savage, yang berusia 52 tahun saat tampil di Olimpiade Musim Dingin 1932.
Sementara itu, atlet tertua Amerika di semua edisi Olimpiade masih dipegang Thomas Scott yang berkompetisi pada 1904 di usia 71 tahun.
Ruohonen merupakan alternate di tim yang dipimpin skip Danny Casper. Perjalanannya menuju Olimpiade terbilang panjang dan penuh kegagalan nyaris lolos.
Sejak 2006, ia telah lima kali tampil di uji coba Olimpiade AS, dengan pencapaian terbaik finis runner-up pada 2018.
Sempat memutuskan mundur dari level elite pada 2022, Ruohonen kembali ke arena setelah diminta membantu tim Casper, yang saat itu berjuang menghadapi kondisi autoimun Guillain-Barré Syndrome.
Kerja sama yang awalnya bersifat sementara berkembang menjadi kemitraan solid hingga akhirnya mengantar tim lolos ke Olimpiade 2026 setelah mengalahkan tim pimpinan John Shuster di uji coba nasional dan memastikan tiket melalui turnamen kualifikasi terakhir.
Memulai karier curling sejak kelas lima sekolah dasar, Ruohonen menyeimbangkan profesinya sebagai pengacara cedera pribadi dengan ambisi olahraga selama puluhan tahun.
Ia rutin berlatih dini hari sebelum bekerja dan menggunakan jatah cuti untuk mengikuti turnamen.
Kini, meski perannya lebih banyak sebagai mentor dan ahli strategi bagi rekan-rekannya yang jauh lebih muda, Rich Ruohonen tetap menikmati setiap momen.
Baginya, kesempatan tampil di Olimpiade setelah lebih dari tiga dekade menanti adalah pencapaian yang “fenomenal” — dan bukti bahwa mimpi tak mengenal batas usia.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/rich-ruohonen-cetak-sejarah-jadi-atlet-as-tertua-di-olimpiade-musim-dingin
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini