Tim Voli China Tuntaskan Kebangkitan dengan Gelar Voli Putri Asian Games
Tim voli putri China melakukan selebrasi di atas podium setelah menggondol medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: Xinhua)
Tim voli putri China menunjukkan ketangguhan mental saat menghadapi Jepang pada final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Selasa (22/9).
Unggul 2-0, China sempat tertekan ketika tuan rumah memimpin 19-13 pada set ketiga. Namun, China mampu membalikkan keadaan dan memastikan gelar Asian Games ke-10.
Kemenangan tersebut menjadi puncak kebangkitan tim muda China hanya 23 hari setelah kekalahan menyakitkan dari Thailand pada final Kejuaraan Asia.
Dalam pertandingan tersebut, China sempat unggul 2-1 sebelum akhirnya kehilangan gelar sekaligus peluang mendapatkan tiket langsung ke Olimpiade Los Angeles 2028.
“Kekalahan dari Thailand di Kejuaraan Asia sangat memukul kami,” kata outside hitter Zhuang Yushan.
Tim yang mulai dibentuk pada April 2025 itu kembali berlatih pada April tahun ini dengan target menjuarai Kejuaraan Asia dan mengamankan tiket langsung Olimpiade.
Kegagalan tersebut membuat para pemain harus memulihkan kondisi mental dalam waktu singkat.
Kapten Gong Xiangyu mengatakan China hanya memiliki sekitar dua pekan untuk mempersiapkan diri menuju Asian Games setelah kembali ke Beijing.
“Suasana hati tim sempat terpuruk. Dengan jarak yang begitu singkat antarkompetisi, kami harus segera mengatasi masalah dan melewati kesulitan,” ujar Gong.
Ujian berikutnya datang di semifinal ketika China kembali bertemu Thailand.
Seperti pertemuan sebelumnya, China unggul 2-1 sebelum Thailand memaksakan set penentuan. Kali ini China mampu menjaga ketenangan dan menang 15-6.
Perubahan strategi terlihat jelas. China memperbaiki pertahanan blok, yang sebelumnya kesulitan membaca kombinasi serangan Thailand.
Pada semifinal, China unggul 11-4 dalam poin blok dan mencatat efektivitas blok 17 persen, dibandingkan 8 persen milik Thailand.
Servis China juga mengganggu penerimaan lawan dan menciptakan lebih banyak peluang bagi blok.
Dalam serangan, China mengurangi ketergantungan pada pemain tertentu dengan memanfaatkan tip dan variasi sudut serangan.
Middle blocker berusia 18 tahun, Wang Aoqian, mengakui dirinya terlalu banyak berpikir saat menghadapi Thailand di final Kejuaraan Asia.
“Saya ragu dan terlalu banyak berpikir ketika melakukan blok. Setelah meninjau pertandingan, pelatih meminta saya percaya pada pembacaan permainan,” katanya.
Mentalitas tersebut kembali diuji saat menghadapi Jepang. Ketika tuan rumah mengejar pada set ketiga, Dong Yuhan masuk dari bangku cadangan dan membantu mengembalikan ritme serangan China.
“Saya hanya masuk dan bermain agresif tanpa membuat semuanya menjadi rumit,” kata Dong.
Ia mencetak empat poin dari delapan percobaan serangan, sementara servis Gong turut membantu China mengejar ketertinggalan.
Wu Mengjie menilai tim kini lebih mampu menghadapi tekanan. “Kami sudah mempersiapkan diri menghadapi kesulitan. Ketika momen itu datang, kami tetap tenang dan berpikir jernih,” ujarnya.
Dengan rata-rata usia di bawah 22 tahun, sebagian besar pemain China baru memasuki level internasional tertinggi. Dalam setahun terakhir, mereka mengikuti Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games untuk pertama kalinya.
Zhuang menilai kemampuan bangkit dari kegagalan sama pentingnya dengan medali emas.
“Semangat voli putri China adalah tidak pernah menyerah. Seperti yang kami tunjukkan pada set ketiga melawan Jepang. Selama tidak menyerah, selalu ada peluang,” katanya.
Gong, yang telah 10 tahun memperkuat tim nasional, meraih emas Asian Games ketiganya. “Saya sangat menghargai satu dekade karier bersama tim nasional. Ini Asian Games ketiga saya dan juga medali emas ketiga saya. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk terus membawa kejayaan bagi negara,” katanya.
Di samping Gong di podium berdiri veteran Wang Mengjie yang berusia 30 tahun, sementara generasi baru China merayakan keberhasilan mereka.
Bagi Zhuang, kemenangan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk meneruskan tradisi tim.
“Kami tidak membiarkan kekalahan di Kejuaraan Asia menghancurkan kami. Kami tidak boleh membiarkan warisan voli putri China ternoda saat berada di bawah tanggung jawab kami,” ujarnya.
Artikel Tag: Asian Games, olimpiade, Kejuaraan Asia
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/tim-voli-china-tuntaskan-kebangkitan-dengan-gelar-voli-putri-asian-games
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini