UFC 324: Alasan Para Ahli MMA Jagokan Justin Gaethje atas Paddy Pimblett
Justin Gaethje (kiri) dan Paddy Pimblett bercengkrama dalam acara timbang badan sebelum pertarungan mereka. (Foto: Fight TV)
Duel utama UFC 324 mempertemukan dua favorit penggemar kelas ringan, Justin Gaethje dan Paddy Pimblett, yang akan memperebutkan gelar juara interim lightweight.
Pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada Sabtu (24/1) malam waktu setempat ini menjadi tajuk utama kartu UFC pertama sejak 13 Desember lalu dan langsung menyedot perhatian publik MMA dunia.
Justin Gaethje, mantan penantang gelar juara dunia, datang dengan modal performa solid setelah memenangkan tiga dari empat laga terakhirnya.
Dalam penampilan terakhirnya di oktagon, ia mengalahkan Rafael Fiziev melalui keputusan mutlak.
Petarung berjuluk The Highlight itu kini menempati peringkat kelima kelas ringan versi ESPN.
Sementara itu, Paddy Pimblett berada di peringkat ketujuh dan masih tak terkalahkan di UFC, dengan kemenangan terakhir berupa KO ronde ketiga atas Michael Chandler.
Meski Pimblett dikenal sebagai spesialis grappling dan submission, banyak analis MMA justru lebih menjagokan Gaethje. Dustin Poirier menilai gaya bertarung Pimblett terlalu berisiko.
Menurutnya, Paddy Pimblett kerap mengangkat dagu dan kurang disiplin, sesuatu yang sangat berbahaya jika menghadapi petarung teknis dan bertenaga seperti Gaethje.
Dalam laga lima ronde, menjaga jarak tanpa terkena pukulan besar dari Gaethje akan menjadi tugas berat.
Anthony Smith juga condong ke Justin Gaethje, meski mengakui laga ini tidak mudah ditebak.
Ia menyoroti kemampuan bertahan Gaethje dari takedown. “Saat Justin tidak ingin dijatuhkan, dia hampir mustahil dijatuhkan,” ujarnya.
Smith menambahkan bahwa Paddy Pimblett adalah petarung yang mudah terkena pukulan, dan itu menjadi masalah besar saat berhadapan dengan Gaethje.
Din Thomas menyebut gaya Justin Gaethje sebagai “nightmare matchup” bagi Pimblett.
Ia menegaskan hanya Khabib Nurmagomedov yang pernah benar-benar mendominasi Gaethje di grappling.
Setiap upaya Pimblett untuk membawa laga ke bawah diyakini akan dibayar mahal dengan serangan keras.
Michael Chiesa menambahkan bahwa strategi Pimblett akan sangat menentukan. Jika fokus pada grappling, keuntungan jelas berada di pihak Gaethje yang berlatar belakang gulat NCAA Division I.
Namun, jika Pimblett mampu bertarung cerdas dengan striking jarak jauh, peluang menang lewat keputusan tetap terbuka.
Secara keseluruhan, para ahli sepakat bahwa pengalaman, kekuatan, dan kecerdasan bertarung membuat Justin Gaethje sedikit lebih diunggulkan dalam duel panas UFC 324 ini.
Artikel Tag: Justin Gaethje, Paddy Pimblett, UFC, MMA
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ufc-324-alasan-para-ahli-mma-jagokan-justin-gaethje-atas-paddy-pimblett
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini