Usai Evaluasi Mental, BJ Penn Dinyatakan Layak Jalani Persidangan di Hawaii
BJ Penn menghadapi sejumlah dakwaan yang berasal dari dugaan tindakan kekerasan terhadap ibunya. (Foto: Fight TV)
Seorang hakim di Hawaii memutuskan bahwa legenda UFC, BJ Penn, secara mental layak menjalani persidangan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga yang tengah dihadapinya.
Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat pekan lalu setelah pengadilan meninjau hasil pemeriksaan kesehatan mental yang sebelumnya diperintahkan kepada mantan juara UFC dua divisi itu.
Penn, 47 tahun, menghadapi sejumlah dakwaan yang berasal dari dugaan tindakan kekerasan terhadap ibunya serta pelanggaran terhadap perintah perlindungan atau restraining order yang diterbitkan pada 2025.
Kasus ini menarik perhatian publik karena dalam beberapa bulan terakhir Penn berulang kali menyampaikan pernyataan kontroversial melalui media sosial.
Mantan petarung yang dijuluki “The Prodigy” itu mengklaim bahwa anggota keluarganya telah dibunuh dan digantikan oleh orang-orang yang menyamar untuk mengambil warisan keluarga.
BJ Penn bahkan secara terbuka meminta Kepolisian Hawaii untuk menyelidiki klaim tersebut.
Menyusul berbagai pernyataan itu, pengadilan memerintahkan Penn menjalani evaluasi kesehatan mental pada Oktober tahun lalu guna menentukan apakah ia mampu memahami proses hukum yang sedang berlangsung dan dapat mengikuti persidangan secara layak.
Setelah hasil pemeriksaan diserahkan ke pengadilan, hakim akhirnya menyatakan bahwa Penn kompeten untuk menghadapi proses hukum lebih lanjut.
Ibu Penn, Lorraine Shin, sebelumnya menyampaikan kepada pengadilan bahwa ia meyakini putranya mengalami Sindrom Capgras, sebuah kondisi psikologis langka yang membuat seseorang percaya bahwa orang-orang terdekatnya telah digantikan oleh penyamar yang identik.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam proses hukum, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor medis, termasuk cedera otak maupun gangguan neurodegeneratif tertentu.
Di sisi lain, tim hukum BJ Penn dikabarkan berencana mengajukan permohonan agar dakwaan terhadap kliennya dibatalkan. Namun, hingga saat ini proses hukum masih terus berjalan.
Penn telah beberapa kali berurusan dengan aparat sepanjang 2025.
Berdasarkan dokumen pengadilan, ia ditangkap beberapa kali dalam rentang waktu yang relatif singkat, termasuk pada dua hari berturut-turut pada Mei tahun lalu.
Tuduhan yang muncul dalam berbagai kasus tersebut mencakup dugaan mendorong ibunya, mengambil surat serta barang milik keluarga tanpa izin, dan melanggar perintah perlindungan yang telah dikeluarkan pengadilan.
Penn dijadwalkan kembali menjalani sidang lanjutan dalam beberapa pekan mendatang. Putusan mengenai kelayakan mentalnya menjadi langkah penting yang memungkinkan proses persidangan berlanjut sesuai jadwal.
Di luar persoalan hukum yang dihadapinya, BJ Penn dikenal sebagai salah satu petarung paling berpengaruh dalam sejarah MMA.
Ia pernah menjadi juara UFC kelas ringan dan kelas welter, serta telah masuk ke dalam Hall of Fame UFC.
Karier profesionalnya berakhir pada 2019 setelah kalah dari Clay Guida di UFC 237.
Saat pensiun, Penn menutup kariernya dengan rentetan tujuh kekalahan beruntun yang berlangsung antara 2011 hingga 2019, termasuk tiga kekalahan melalui knockout.
Kini, perhatian terhadap sosok Penn tidak lagi tertuju pada prestasinya di arena pertarungan, melainkan pada proses hukum yang akan menentukan langkah berikutnya dalam kasus yang tengah dihadapinya.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/usai-evaluasi-mental-bj-penn-dinyatakan-layak-jalani-persidangan-di-hawaii
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini