Alasan Alexander Bublik Pandang Laver Cup Sebagai Hal Yang Ajaib
Alexander Bublik [paling kanan] [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Kazakhstan, Alexander Bublik telah mengubah pandangannya secara drastis mengenai Laver Cup setelah berpartisipasi dalam ajang tersebut untuk kali pertama.
Petenis peringkat 19 dunia melakoni debutnya di Laver Cup bulan lalu, mewakili Tim Duna yang dipimpin oleh Andre Agassi, satu musim setelah ia sempat melontarkan kritik terhadap ajang tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Bounces, Bublik menyatakan, “Pertandingan eksibisi? Tentu saja Laver Cup adalah salah satunya. Apakah ajang ini memberikan poin peringkat? Tidak. Jadi, ini adalah sebuah eksibisi.”
“Sepertinya saya harus berasal dari Amerika Selatan atau Amerika Utara untuk bisa berpartisipasi. Menurut saya, para kapten selalu memilih mereka yang berbahasa Inggris. Mereka menganggap ‘Dunia’ itu adalah Amerika.”
Meskipun tim yang dibela petenis berkebangsaan Kazakhstan, Tim Dunia kalah dari Tim Eropa di Laver Cup musim ini, ia melontarkan pujian tinggi terhadap turnamen gagasan Federer tersebut setelah berpartisipasi di dalamnya.
“Oh, itu benar-benar pengalaman yang unik,” ujar Bublik. “Bisa dibilang turnamen yang sungguh ajaib, karena memadukan aspek olahraga yang asal-usulnya agak misterius, dari pagi sampai malam, kami mendiskusikan cara mengalahkan lawan dalam pertandingan eksibisi yang tidak memperebutkan poin apa pun.”
“Kami hanya bermain, kami sekadar ingin saling mengalahkan, dengan satu atau lain alasan. Kedua tim berpapasan tanpa saling bicara. Namun, tercipta suasana yang sangat sportif di sana. Dan tentu saja, berpartisipasi di dalamnya merupakan pengalaman yang unik bagi saya, berbincang dengan Agassi dan Rafter, serta menjadi bagian dari tim tersebut.”
“Taylor Fritz melatih saya saat saya bertanding. Semuanya terasa tidak nyata, hampir mustahil, karena mereka semua adalah lawan kami. Namun, kami sempat berbincang dan dua pekan kemudian, saya bertanding melawan Brandon Nakashima dalam sebuah turnamen. Kami pun tertawa karena saya berkata kepadanya, ‘Kita sudah tahu segalanya tentang satu sama lain, kita sudah saling menceritakan semuanya’.”
“Turnamen ini sungguh luar biasa. Emosi yang dirasakan sangat intens dan sayangnya, kali ini kami belum berhasil memenangkan pialanya. Namun, kami berharap piala tersebut akan kembali ke Tim Dunia musim depan.”
Tim Eropa memenangkan Laver Cup musim ini dengan skor 13-5, di mana Alexander Zverev memastikan kemenangan penentu pada hari ketiga.
Petenis berkebangsaan Kazakhstan memainkan tiga pertandingan untuk Tim Dunia dalam debutnya di ajang beregu putra tersebut, dengan dua pertandingan pertama berlangsung pada hari pertama. Laga perdananya adalah melawan bintang muda Tim Eropa, Rafael Jodar yang menang dengan dua set langsung.
Petenis berusia 29 tahun kemudian kembali ke lapangan untuk melakoni nomor ganda bersama Fritz dan lagi-lagi mereka kalah melawan Carlos Alcaraz dan Jakub Mensik.
Bublik menelan kekalahan ketiga di ajang tersebut setelah ia dan rekan setimnya, Brandon Nakashima kalah dari Zverev dan Casper Ruud.
Artikel Tag: Taylor Fritz, alexander zverev, Alexander Bublik, Laver Cup
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/alasan-alexander-bublik-pandang-laver-cup-sebagai-hal-yang-ajaib
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini