Alasan Alexander Zverev Tak Pernah Tampil Memukau Di Grass-Court
Alexander Zverev [image: Stuttgart Open]
Berita Tenis: Setelah akhirnya mengakhiri paceklik gelar Grand Slam, petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev berharap dapat mengubah rekor lain saat ia memasuki musim grass-court.
Petenis berusia 29 tahun dijadwalkan turun di Halle Open dan Wimbledon, tetapi ia tiba di lapangan tersebut tanpa pernah memenangkan gelar turnamen ATP yang digelar di lapangan tersebut. Sampai sejauh ini, ia telah mencapai tiga final turnamen grass-court, dua kali di Halle dan satu kali di Stuttgart, tetapi ia belum pernah berhasil mengangkat trofi di lapangan tersebut.
Selain itu, petenis peringkat 3 dunia belum pernah menunjukkan permainan tenis terbaiknya di Wimbledon. Ia hanya pernah mencapai babak keempat, yang telah ia lakukan sebanyak tiga kali. Grass-court terkenal sulit dan beberapa bintang tenis putra lain juga kesulitan beradaptasi setelah menjalani serangkaian pertandingan intensif di clay-court.
Namun, juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 yakin ia tahu alasan kesulitannya di permukaan tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports Jerman, Zverev mengatakan, “Ada kesalahpahaman tentang tenis grass-court. Orang-orang berpikir ini tentang bermain agresif, tetapi itu bukanlah faktor penentu. Kunci untuk bermain bagus di grass-court adalah kemampuan untuk bergerak lincah di permukaan tersebut.”
“Dan bagi saya, dengan tinggi 2 meter dan berat 95 kilogram, itu sulit. Saya bermain dengan sangat baik di grass-court musim 2024. Saat itu saya mengatakan bahwa saya merasa lebih baik dari sebelumnya. Dan apa yang terjadi? Saya terpeleset dan mengalami patah tulang lutut. Hal seperti itu hanya bisa terjadi di grass-court.”
Petenis berkebangsaan Jerman yakin bukan kecepatan grass-court yang menjadi kendalanya, karena sebelumnya ia telah menunjukkan bahwa ia mampu meraih kemenangan besar di lapangan yang cepat.
“Saya bisa bermain dengan sempurna di permukaan yang cepat. Saya memenangkan Paris Masters dua musim lalu,” lanjut Zverev. “Itu mungkin hard-court tercepat dalam sepuluh musim terakhir. Saya memenangkan gelar di Cincinnati, yang merupakan salah satu hard-court tercepat di dunia.”
“Saya memenangkan Olimpiade dan lapangan itu juga sangat cepat. Kecepatan permukaan menguntungkan saya. Masalahnya adalah pergerakan. Itu satu-satunya masalah saya dan saya harus belajar untuk mengatasinya.”
Zverev akan tiba di Wimbledon musim 2026 setelah tersingkir di babak pertama musim lalu, dalam pertarungan lima set melawan Arthur Rinderknech.
Meskipun demikian, Zverev akan tiba di Wimbledon dengan rekor yang kurang meyakinkan, yang secara statistik merupakan performa terburuknya di Grand Slam.
Artikel Tag: wimbledon, alexander zverev, Halle Open
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/alasan-alexander-zverev-tak-pernah-tampil-memukau-di-grass-court
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini