Alexandra Eala Ungkap Perubahan Hidup Usai Melejit Sebagai Bintang Tenis
Alexandra Eala [image: getty images]
Berita Tenis: Jalan petenis berkebangsaan Filipina, Alexandra Eala menuju ketenaran bisa dibilang sangat cepat dan pengaruhnya pada olahraga ini tidak terbantahkan.
Apa yang dimulai di Rafael Nadal Academy dengan cepat berubah menjadi karier yang menarik perhatian, dengan penggemar memadati tempat-tempat pertandingan hanya untuk melihat petenis berusia 20 tahun bermain.
Hubungan petenis peringkat 31 dunia dengan para penggemar lebih dalam daripada sekadar kemampuannya di lapangan. Dukungan dari komunitas Filipina telah memainkan peran utama dalam menumbuhkan basis penggemar yang membantu membawa perhatian baru ke dunia tenis.
Petenis berkebangsaan Filipina tidak hanya bermain di depan penonton yang memadati stadion, ia memperluas tenis ke area yang belum pernah dicapai sebelumnya, dan orang-orang dengan tepat mengakui dampak yang ditimbulkannya.
Namun, meskipun tampak sempurna dari luar, tidak semua hal tentang ketenaran itu positif. Seringkali ketenaran datang dengan tekanan dan kekurangan tersendiri.
Dalam podcast The Sit-Down, petenis berusia 20 tahun berbicara tentang bagaimana hidupnya telah berubah selama satu musim terakhir.
“Sayangnya, saya jarang berada di rumah akhir-akhir ini. Tetapi, saat-saat saya berada di rumah, saya merasa sangat dicintai. Banyak hal telah berubah, setidaknya begitulah!,” seru Eala.
“Saya mencoba menghindari keluar sendirian sekarang, tetapi sekali lagi, itu adalah berkah dan rasa syukur.”
Petenis peringkat 31 dunia jelas menikmati kesempatan yang telah ia ciptakan untuk dirinya sendiri. Ia adalah seorang wanita Filipina yang bangga dan menjadi contoh bagi para petenis masa depan.
Ketika ditanya tentang mewakili negaranya bersama bintang-bintang muda lain seperti Janice Tjen untuk Indonesia dan Joao Fonseca untuk Brazil, Eala menjawab, “Sangat menyenangkan mengetahui bahwa saya melakukan yang terbaik untuk olahraga ini, karena tenis telah memberi saya begitu banyak. Jadi, semua yang bisa saya lakukan untuk membalas budi kepada tenis akan saya lakukan sebaik mungkin.”
“Sangat menyenangkan melihat, misalnya, di wilayah saya, Asia Tenggara, ada empat putri di babak utama dari sana saja, saya, Janice, Mai, dan Lana. Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk olahraga putri di wilayah kami dan tenis putri. Saya sangat senang menjadi bagian dari itu.”
Petenis berusia 20 tahun sudah menjadi nama besar sebelum Australian Open, tetapi respons terhadap penampilannya di babak pertama membawa popularitasnya ke level yang lebih tinggi.
Meskipun hanya ada 1.500 kursi di Lapangan 6, para penggemar memadati area tersebut dengan antrean panjang yang membentang di luar lapangan karena orang-orang berharap dapat melihat sekilas saja. Banyak yang akhirnya ditolak masuk setelah lapangan mencapai kapasitas penuh.
Ketenaran Eala pun memancing nama besar seperti Novak Djokovic untuk ikut buka suara sebelum melakoni final Australian Open musim 2026.
“Ia adalah petenis terbesar yang pernah ada dari negara itu, yang merupakan negara besar dan ada minat yang besar. Jadi hal-hal seperti itu terjadi,” komentar Djokovic tentang Eala.
“Anda bisa berpendapat bahwa mungkin jadwalnya kurang tepat dan mungkin mereka bisa menjadwalkannya di lapangan yang lebih besar. Sekali lagi, jujur saja, ini masalah yang baik. Bayangkan jika jumlah penonton sedikit atau tribun kosong, itu masalah yang lebih besar. Maksud saya, ini bagus.”
Artikel Tag: Novak Djokovic, australian open, Alexandra Eala
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/alexandra-eala-ungkap-perubahan-hidup-usai-melejit-sebagai-bintang-tenis
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini