Andy Roddick Bela Aryna Sabalenka Usai Kekalahan Di US Open

Penulis: Dian Megane
Rabu 16 Sep 2026, 08:12 WIB - 131 views
Andy Roddick Bela Aryna Sabalenka Usai Kekecewaan Di Final US Open

Aryna Sabalenka [image: tennis365]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Aryna Sabalenka kembali dikritik karena luapan amarahnya, tetapi Andy Roddick menolak untuk menyalahkan mantan petenis peringkat 1 dunia.

Mantan petenis AS percaya bahwa juara US Open dalam dua musim ke belakang layak mendapatkan lebih banyak pemahaman setelah melalui musim yang membuat frustrasi.

Setelah kalah di final US Open musim 2026 dari petenis berkebangsaan Kazakhstan, Elena Rybakina, ia kembali menuai kritik atas sikapnya usai pertandingan tersebut.

Ia sempat membanting raketnya dan terlibat perselisihan dengan seorang juru kamera. Tindakan-tindakan tersebut memicu beragam reaksi, tetapi Roddick berupaya meredam sorotan terhadap kejadian tersebut.

Roddick berpendapat bahwa situasi juara Indian Wells Open musim 2026 patut mendapatkan lebih banyak pengertian, terutama mengingat musim yang sangat membuat frustrasi baru saja ia alami.

Menurut Roddick, kita perlu membedakan antara kemarahan yang ditujukan pada diri sendiri dan sikap tidak hormat terhadap lawan. Ia secara khusus mengenang bagaimana Sabalenka tetap bersikap sangat ramah selama upacara penyerahan trofi, meskipun ia baru saja menelan kekalahan yang sangat berat untuk diterima.

“Orang-orang sering mencari-cari alasan untuk marah dan melontarkan kritik di Twitter. Mereka memang hanya mencari-cari sesuatu,” ungkap Roddick.

"Saya tidak akan marah jika anda merusak barang milik anda sendiri. Saya tidak peduli, asalkan anda tetap bersikap hormat.”

Roddick berpendapat bahwa petenis berusia 28 tahun memiliki alasan kuat untuk merasa sangat kecewa. Ia tidak hanya gagal memenangkan satu pun Grand Slam pada musim ini, tetapi juga kalah di dua final Grand Slam melawan Rybakina, sebelum akhirnya harus merelakan posisi peringkat 1 dunia direbut oleh petenis berkebangsaan Kazakhstan usai US Open.

"Ia pernah menunjukkan sebelumnya bahwa ia bisa kesulitan menghadapi kekalahan. Namun, saya sangat memahami jika ia merasa frustrasi dalam situasi seperti itu," tambah Roddick.

Namun mantan petenis AS mengakui bahwa Sabalenka terkadang melampaui batas, terutama saat ia secara terbuka meremehkan performa lawannya setelah kekalahan tertentu.

Baginya, perilaku inilah yang sebenarnya patut dikritik, bukan tindakan meluapkan kekesalan terhadap peralatannya sendiri.

"Ada standar ganda. Jika seseorang meninggalkan lapangan setelah memenangkan Final NBA, kita mengkritiknya karena terlalu gembira atau karena menyalami lawan-lawannya,” tutur Roddick.

"Teyapi kalau ada yang merusak sesuatu, semua orang langsung marah. Memangnya kalian mau apa? Biarkan saja orang meluapkan emosinya.”

Kendati demikian, mantan juara asal AS menetapkan satu syarat tegas, rasa hormat terhadap lawan harus tetap dijaga.

"Kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu adalah menunjukkan sikap tidak hormat kepada lawannya dan secara terbuka tidak mengakui pencapaian lawan tersebut,” ujar Roddick

“Di sisi lain, apa yang ia katakan kepada timnya atau bagaimana ia menyikapi kekecewaannya sendiri, hal itu tidak menjadi masalah bagi saya.”

Ia juga mengakui bahwa cara Sabalenka bersikap terhadap juru kamera itu tidak pantas. Namun, menurutnya, insiden tersebut tidak boleh membuat kita lupa bahwa sebagian besar kemarahannya sebenarnya ditujukan kepada dirinya sendiri.

"Selama ada rasa hormat — meski minimal — terhadap lawan main, serta terhadap pencapaian anda dan pencapaiannya, lantas jika anda mematahkan raket, memangnya itu urusan siapa?" pungkasnya.

Artikel Tag: US Open, Aryna Sabalenka, Elena Rybakina

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/andy-roddick-bela-aryna-sabalenka-usai-kekalahan-di-us-open
131
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini