Aryna Sabalenka Angkat Bicara Mengenai Kebijakan Baru Tes Genetik
Aryna Sabalenka [image: AFP]
Berita Tenis: Petenis peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka menyatakan keinginannya untuk menjaga asas keadilan dalam olahraga sembari mendukung kebijakan baru WTA yang mewajibkan tes genetik satu kali bagi para petenis.
Dalam konferensi pers di Toronto, seorang wartawan bertanya kepada petenis berusia 28 tahun, Sabalenka mengenai kebijakan tes wajib WTA bagi seluruh petenis yang mulai berlaku pada 21 Juli serta langkah WTA menjadi liga olahraga profesional pertama yang menerapkan kebijakan semacam itu.
"Menurut saya, menjaga keadilan dalam turnamen kita itu sangat penting," ujar Sabalenka. "Secara biologis, pria jelas jauh lebih kuat daripada wanita, jadi, menurut saya tidaklah adil jika wanita harus bertanding melawan pria secara biologis."
"Menurut saya, mereka butuh waktu agak lama untuk mengambil keputusan itu dan ya, saya mendukungnya. Tetapi bagi saya pribadi, saya fokus pada diri sendiri dan tujuan saya, apa pun yang diperlukan. Jika mereka ingin melakukan tes terhadap kami semua, saya bersedia menjalaninya, itu cukup adil, dan mari kita pertahankan hal tersebut."
WTA memperbarui kebijakan kelayakannya bulan lalu, yang menyatakan bahwa semua petenis akan menjalani tes untuk gen SRY, sejenis DNA yang biasanya ditemukan pada kromosom Y. Langkah tersebut diambil di tengah perdebatan sengit mengenai partisipasi atlet transgender dalam dunia olahraga.
Bintang Indiana Fever, Sophie Cunningham menuai sorotan setelah ia menyatakan dukungannya untuk melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga putri dalam sebuah artikel ESPN baru-baru ini, hal tersebut memicu peningkatan protes menentang atlet transgender pada pertandingan-pertandingan Fever.
"Dalam kebijakan ini, 'laki-laki secara biologis' berarti individu yang—terlepas dari jenis kelamin hukum atau identitas gendernya—memiliki gen SRY dan karenanya memiliki atau pernah memiliki testis atau streak testis dan 'perempuan secara biologis' berarti individu yang—terlepas dari jenis kelamin hukum atau identitas gendernya—tidak memiliki gen SRY dan karenanya memiliki atau pernah memiliki ovarium atau streak ovarium," demikian bunyi kebijakan kelayakan WTA.
“Kebijakan ini membedakan antara jenis kelamin biologis dan identitas gender, serta antara perempuan secara biologis dan laki-laki secara biologis, semata-mata sejauh diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan ini jelas dan mencapai tujuan yang dimaksudkan. Tidak ada niat untuk tidak menghormati atau mempertanyakan identitas gender maupun martabat siapa pun.”
Tes genetik wajib yang dilakukan satu kali akan menjadi syarat untuk berkompetisi di Olimpiade Los Angeles 2028.
Artikel Tag: olimpiade, Aryna Sabalenka
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/aryna-sabalenka-angkat-bicara-mengenai-kebijakan-baru-tes-genetik
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini