Bagi Jessica Pegula, ‘Tak Ada Olahraga Lain’ Yang Terima Isu Tenis Ini
Jessica Pegula [image: reuters]
Berita Tenis: Jessica Pegula telah membuat pernyataan berani bahwa ‘tidak ada olahraga lain’ yang akan mentolerir apa yang telah diterima para petenis mengenai kualitas bola tenis yang konon menurun.
Petenis AS mencapai final turnamen WTA level 500, Washington Open, di mana ia selanjutnya akan menghadapi petenis berkebangsaan Filipina, Alexandra Eala.
Petenis peringkat 3 dunia telah menikmati musim yang sangat konsisten lainnya, setelah ia mencapai perempatfinal atau lebih baik di delapan turnamen, termasuk empat dari lima turnamen WTA level 1000 terakhir yang ia lakoni.
Meskipun secara mengejutkan tersingkir di babak pertama French Open dari Kimberly Birrell, ia mencapai perempatfinal Wimbledon untuk kali pertama sebelum kalah dari rekan senegaranya, Cori Gauff.
Petenis berusia 32 tahun saat ini berada di peringkat 3 dunia dan memiliki kesempatan untuk memperluas keunggulannya atas Gauff yang berada di peringkat 4 dunia jika ia berhasil memenangkan gelar Washington Open, hanya perlu mempertahankan poin babak ketiga di dua turnamen WTA level 1000 Amerika Utara mendatang.
Ia juga akan mempertahankan pencapaian semifinal di US Open, yang berlangsung dari 30 Agustus – 13 September. Terlepas dari performanya yang mengesankan, ia menggunakan sebagian konferensi pers pasca pertandingan untuk menyuarakan kekecewaannya atas kualitas dan konsistensi bola tenis.
“Kita sudah banyak membicarakan bola tenis ini, sampai kapan pun, ya ampun,” ungkap Pegula. “Ini sulit, karena anda belajar banyak tentangnya. Misalnya, ada berbagai produsen. Jadi, jelas, negara yang berbeda, sehingga turnamen yang berbeda menggunakan bola yang sama, tetapi bola itu berasal dari tempat yang berbeda sehingga terasa berbeda.”
“Saya memikirkan permukaan lapangan dan apakah cocok dengan bola? Misalnya, terkadang bolanya baik-baik saja, tetapi jika digunakan di lapangan berpasir, bola akan cepat rusak. Cuaca, terkadang sangat panas dan lembap, terkadang lebih sejuk, jadi itu menentukan apakah bolanya terbang atau tidak. Ada begitu banyak variabel.”
“Dan bahkan dari hari ke hari, bagaimana perubahannya, misalnya, mungkin hari ini lebih dingin, tetapi hari lalu panas. Jadi, ini seperti hal yang mustahil untuk dipecahkan.”
Turnamen yang berbeda menggunakan merek bola tenis yang berbeda. Misalnya, bola Dunlop digunakan di Australian Open, Wilson di French Open dan US Open, dan Slazenger di Wimbledon.
Komentar Pegula mencerminkan kekhawatiran yang diangkat oleh beberapa peteni putra, termasuk Daniil Medvedev, yang telah berulang kali mengkritik kurangnya konsistensi antar turnamen.
Berbicara di Rotterdam Open musim ini, Medvedev mengatakan, “Masalahnya adalah ketika anda menyentuhnya dengan raket, bola itu tidak bereaksi dengan cara yang sama terhadap pukulan anda, jadi bagaimana anda ingin kami bermain tenis?”
Pegula menyimpulkan bahwa perubahan konstan pada bola tenis memiliki dampak signifikan pada petenis.
“Saya pikir yang membuat frustrasi adalah ketika anda terus-menerus berganti bola dan saya tahu pada suatu saat, para petenis putra bermain dengan, misalnya, tiga bola berbeda dalam tiga pekan. Itu gila. Coba tanyakan pada olahraga lain untuk menghadapi hal itu, dan mereka akan berkata, 'Apakah anda bercanda?' Itu tidak akan terjadi. Kedengarannya memang konyol, tetapi itu benar-benar membuat perbedaan besar,” lanjut Pegula.
Artikel Tag: Jessica Pegula, Daniil Medvedev, Washington Open, Alexandra Eala
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/bagi-jessica-pegula-tak-ada-olahraga-lain-yang-terima-isu-tenis-ini
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini