Ben Shelton Garis Bawahi ‘Ambisi Besar’ Untuk Musim Clay-Court
Ben Shelton [image: reuters]
Berita Tenis: Ben Shelton berharap dapat memimpin kebangkitan kesuksesan di antara petenis putra AS di turnamen clay-court setelah menjadi petenis pertama dari negaranya yang memenangkan turnamen ATP di atas level 250 yang digelar di clay-court, Munich Open sejak musim 2002.
Petenis berusia 23 tahun mengalahkan petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli demi memenangkan Munich Open musim 2026 dan menjadikan musim 2026 sebagai musim pertama dalam kariernya di mana ia memenangkan beberapa gelar di turnamen ATP setelah ia mengklaim gelar Dallas Open pada bulan Februari. Di final terbarunya, ia memenangkan 85 persen poin dari servis pertamanya dan menyelamatkan keenam break point yang dihadapinya.
Berkat kemenangan tersebut, untuk kali pertama seorang petenis AS memenangkan Munich Open sejak musim 1993, ketika Ivan Lendl melakukannya satu musim setelah mengubah kewarganegaraan olahraganya dari Cekoslowakia. Turnamen ATP level 500 tersebut merupakan adalah gelar turnamen clay-court paling bergengsi yang dimenangkan oleh petenis AS berusia 23 tahun sejak Andre Agassi memenangkan Italian Open musim 2002.
“Saya tampil dengan level yang sangat tinggi,” ujar Shelton. “Saya pernah melakukan itu sebelumnya melawannya, tetapi hal tersulit adalah mempertahankannya, karena ia terus meningkatkan level permainannya. Saya mampu melakukannya di set kedua, bertahan ketika ia memainkan tenis yang memukau dan saya berhasil menang dengan dua set langsung.”
“Saya senang dengan penampilan saya di sepanjang pekkan. Saya semakin membaik seiring berjalannya waktu dan saya senang dengan kerja keras tim saya di sini.”
Petenis AS sangat ingin meraih lebih banyak kesuksesan di clay-court menjelang French Open. Itu adalah satu-satunya Grand Slam di mana ia belum pernah mencapai perempatfinal. Pencapaian terbaiknya di Roland Garros, Paris terjadi musim lalu ketika ia mencapai babak keempat sebelum kalah empat set dari Carlos Alcaraz.
“Saya memiliki ambisi besar di clay-court– permukaan yang ingin saya terus tingkatkan setiap musimnya. Ini telah menjadi salah satu permukaan favorit saya untuk bermain,” tambah Shelton.
“Musim ini singkat dan beberapa petenis AS memilih untuk tidak bermain di setiap turnamen. Tetapi kami memiliki dua petenis di perempatfinal French Open musim lalu. Kesuksesan di clay-court kembali. Saya berharap dapat menjadi bagian dari perkembangan tenis putra AS di clay-court.”
“Di sisi putri, mereka sudah tidak terkalahkan karena memenangkan French Open musim lalu. Kami sebagai tim putra masih harus berjuang lebih keras, tetapi kami menuju ke arah yang benar. Ini hanyalah satu langkah dalam perjalanan panjang dan mari kita lihat apa yang akan terjadi.”
AS belum pernah menyaksikan petenis putra mereka mencapai semifinal French Open sejak Agassi pada musim 1999, yang memenangkan Grand Slam tersebut.
Sementara itu, sejauh ini pada musim 2026, Shelton telah mencatatkan 17-5 menjelang Madrid Open. Saat ini ia berada di peringkat 6 dunia dan pada hari Senin (20/4), ia hanya akan terpaut 30 poin dari lima besar.
Artikel Tag: French Open, Munich Open, Ben Shelton
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/ben-shelton-garis-bawahi-ambisi-besar-untuk-musim-clay-court
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini