Cori Gauff Angkat Bicara soal Pelecehan Rasis Usai Insiden Di China Open
Cori Gauff [image: China Open]
Berita Tenis: Cori Gauff mengatakan bahwa ia menerima serangan rasis dalam jumlah yang "luar biasa" secara daring setelah pertandingannya di China Open musim 2026 yang melibatkan insiden tayangan ulang video.
Petenis peringkat 4 dunia menghadapi petenis tuan rumah berusia 16 tahun, Sun Xinran dan berhasil mengalahkannya dengan 7-5, 6-1 di babak ketiga China Open.
Di set pertama, petenis unggulan ketiga sempat tertinggal 4-5. Di tengah sebuah reli, ia mengangkat tangannya karena adanya cahaya yang berkedip-kedip di latar belakang yang ia anggap mengganggu. Saat ia mengangkat tangan, Sun mengira dirinya telah memenangkan poin tersebut melalui pukulan winner menyilang lapangan.
Namun, tayangan ulang video kemudian memutuskan untuk memenangkan petenis AS. Poin tersebut pun diulang dan dimenangkan oleh petenis AS, yang kemudian berhasil mempertahankan servisnya untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
Berdasarkan peraturan saat ini, petenis dapat meminta pengulangan poin bahkan setelah poin tersebut berakhir. Dalam kasus petenis unggulan ketiga, terlihat jelas bahwa papan iklan elektronik di kedua sisi lapangan berubah tampilan selama reli berlangsung.
“Saya melihat lampu itu berkedip di awal poin, tetapi saya tidak yakin apakah itu yang sebenarnya saya lihat,” ungkap Gauff kemudian dalam sebuah unggahan di media sosial.
“Ketika lampu itu berkedip lagi, saya mengangkat tangan sebelum ia memukul bola karena saat itulah saya yakin melihat lampu berkedip dan itu bukan ilusi optik. Itu adalah situasi yang tidak menguntungkan, tetapi itu di luar kendali saya dan menyebut saya tidak adil itu konyol karena itu adalah aturannya. Saya tidak melanggar aturan tersebut,”
“Xinran adalah petenis yang luar biasa dan sangat berbakat, saya meminta maaf atas situasi di akhir pertandingan dan ia sangat memahaminya.”
Setelah mengunggah tulisan panjang di media sosial mengenai insiden tersebut, ia menanggapi balik hinaan bernada rasis yang ditujukan kepadanya secara daring. Menanggapi sebuah komentar mengejutkan yang memuat kata penghinaan rasial (kata-N), ia pun berbicara mengenai parahnya perundungan yang ia terima.
“Anda boleh tidak menyukai saya atau tidak sependapat mengenai apa yang terjadi tanpa harus bersikap rasis,” tulis Gauff.
“Jumlah komentar atau pesan langsung bernada rasis yang saya terima dalam beberapa jam terakhir sungguh luar biasa banyak. Terakhir, saya bukan seorang penipu ataupun pencuri.”
Ini bukan kali pertama seorang petenis angkat bicara mengenai perundungan daring, yang telah menjadi masalah serius di dunia tenis dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2025, sebuah studi yang dilakukan oleh WTA dan World Tennis menemukan lebih dari 12.000 unggahan dan pesan bernada kasar yang ditujukan kepada para petenis, jumlah yang meningkat 4.000 dibandingkan musim sebelumnya.
Gauff menjuarai China Open musim 2024 dan merupakan petenis dengan peringkat tertinggi yang masih bertahan di Beijing musim ini setelah tersingkirnya Elena Rybakina dan Aryna Sabalenka. Ia akan menghadapi petenis unggulan ke-13, Elise Mertens di babak keempat.
Artikel Tag: Elise Mertens, China Open, Cori Gauff
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/cori-gauff-angkat-bicara-soal-pelecehan-rasis-usai-insiden-di-china-open
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini