Cori Gauff Siap Pertahankan Gelar Di Tempat Yang Menyenangkan Baginya
Cori Gauff [image: getty images]
Berita Tenis: Paris selalu menjadi tempat yang menyenangkan bagi Cori Gauff. Pada musim 2018, ia menjadi petenis putri termuda yang memenangkan French Open kategori junior sejak musim 1993 saat ia berusia 14 tahun.
Tujuh musim kemudian, petenis AS kembali naik podium juara di Court Suzanne-Lenglen usai menumbangkan Aryna Sabalenka di final French Open yang menegangkan.
Statistik berbicara sendiri. Juara bertahan French Open mencatatkan 27-5 di Grand Slam tersebut dan hanya dua petenis, selain Iga Swiatek – Martin Trevisan dan Barbora Krejcikova – yang pernah mengalahkannya di Roland Garros.
Meskipun akan mempertahankan gelar Grand Slam untuk kali kedua dalam kariernya, ia tidak berdiam diri dengan kenangan dari musim lalu atau fakta bahwa ia dipertimbangkan sebagai salah satu petenis yang difavoritkan untuk memenangkan gelar French Open musim ini.
“Tentu saja cara berpikir kita berbeda dengan musim lalu, tetapi musim lalu terasa seperti sepuluh musim lalu,” ungkap Gauff.
Meskipun begitu, jelas ada sesuatu tentang bermain di Paris yang membuat petenis berusia 22 tahun merasa nyaman. Mungkin itu karena semua kemenangan yang telah ia raih di Paris. Mungkin juga karena rasa gembira yang ia dapatkan dari perjalanan kerja setiap musimnya ke Paris.
Petenis AS mengakui bahwa ada semangat baru dalam permainan tenisnya ketika ia bermain di clay-court dan mengatakan bahwa kesuksesan masa lalunya, hampir secara tidak sadar, membantu menciptakan aura kemenangan.
“Meskipun saya tidak tampil maksimal dalam pertandingan, saya tahu saya bisa menemukan level permainan terbaik saya karena sejarah saya di sini, tetapi itu juga bukan sesuatu yang saya pikirkan sebelum pertandingan,” lanjut Gauff.
Sebagai runner up French Open musim 2022, ia mengatakan bahwa ia tidak banyak mengingat kekalahan 6-1, 6-3 yang dideritanya di tangan petenis yang telah empat kali menjadi juara di Paris, Swiatek pada musim tersebut. Hanya fakta bahwa kekalahan itu membuatnya sangat ingin mencoba lagi.
“Saya sangat gugup,” kenang Gauff. “Sejujurnya, saya tidak banyak ingat. Saya hanya ingat saat upacara penyerahan trofi, saya berpikir, ‘Saya tidak ingin kalah dalam pertandingan seperti ini lagi.’”
Jika ia berhasil mempertahankan gelarnya, ia akan mengikuti skenario yang sama seperti musim lalu, ketika ia kalah di final Italian Open, Roma dari Jasmine Paolini, kemudian meraih kemenangan di Paris.
Petenis AS kalah dari petenis berkebangsaan Ukraina, Elina Svitolina di final Italian Open akhir pekan lalu tetapi merasa bahwa berjuang melewati kesulitan untuk mencapai rintangan terakhir sudah cukup untuk meningkatkan kepercayaan dirinya untuk dua pekan mendatang.
“Saya rasa pekan ini saya mengalami semua pasang surut yang dapat diberikan oleh sebuah turnamen sebelum Grand Slam,” tukas Gauff di Roma. “Saya pernah tertinggal, memimpin, kehilangan keunggulan, saya pernah berada di final, tertinggal dengan peluang match point, saya rasa saya telah mengalami setiap skenario yang dapat mempersiapkan saya untuk French Open. Semoga saya dapat belajar dari setiap skenario dan tampil lebih baik.”
Artikel Tag: French Open, Aryna Sabalenka, Cori Gauff
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/cori-gauff-siap-pertahankan-gelar-di-tempat-yang-menyenangkan-baginya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini