Facundo Bagnis Angkat Bicara Soal Pelanggaran Doping Usai Terima Sanksi
Facundo Bagnis [image: imago/PPA]
Berita Tenis: Tersingkir di babak kualifikasi dan perjuangan bermusim-musim di panggung Grand Slam sebagian besar telah mendefinisikan karier Facundo Bagnis hingga saat ini.
Namun tepat ketika petenis berusia 36 tahun tampaknya cukup berjuang di lapangan, kariernya mengambil arah yang lebih gelap. Setelah kalah di babak kualifikasi US Open musim lalu, ia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang dan diskors sementara. Hampir 11 bulan kemudian, ia akhirnya angkat bicara untuk menceritakan sisi ceritanya.
“Hari ini saya harus melanjutkan karier profesional saya, meninggalkan episode yang sangat menyedihkan dan menyakitkan ini. Hari ini saya menemukan diri saya kembali dan memberikan yang terbaik setiap hari. Saya dengan tulus berterima kasih kepada semua orang,” tulis Bagnis di akun Instagram resminya.
“Saya mempercayai profesional dan apotek yang ia rekomendasikan, karena percaya suplemen itu dapat diandalkan dan aman. Vitamin tersebut terkontaminasi dengan dosis sangat kecil hidroklorotiazida, zat yang dilarang oleh WADA.”
Peristiwa tersebut dimulai ketika petenis berkebangsaan Argentina dinyatakan positif menggunakan hidroklorotiazida, diuretik yang masuk daftar hitam oleh WADA. Meskipun ITIA tidak menganggap penangguhan sementara diperlukan, ia secara sukarela menerimanya pada Oktober musim lalu.
Namun, menurut mantan petenis peringkat 55 dunia, diuretik yang dimaksud masuk ke dalam tubuhnya melalui kontaminasi dalam kapsul vitamin yang diresepkan oleh dokternya. Ia bekerja sama dengan penyelidikan dan memberikan bukti dokumentasi janji temu dokter, serta mengungkapkan bukti pembelian yang diperlukan. Ia bahkan mengirimkan sisa kapsul vitamin untuk diuji ke laboratorium yang berafiliasi dengan WADA.
ITIA mempertimbangkan bukti yang diajukan oleh petenis berkebangsaan Argentina, bersama dengan preseden dari kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan keadaan serupa.
“Dalam menentukan sanksi, faktor-faktor yang meringankan yang ditunjukkan oleh Bagnis dan preseden dari kasus-kasus serupa kami pertimbangkan,” jelas lembaga tersebut.
Tes tersebut mendukung versi kejadian yang disampaikan petenis berkebangsaan, sehingga ITIA memutuskan bahwa ia tidak bersalah atas kesalahan atau kelalaian yang signifikan, tetapi menjatuhkan hukuman skorsing selama 12 bulan. Tetapi, setelah menjalani masa skorsing secara sukarela sejak Oktober lalu, ia akan memenuhi syarat untuk kembali ke dunia tenis pada 19 Oktober musim ini.
Sembari menunggu giliran Bagnis untuk memenuhi syarat kembali berkompetisi, beberapa rekan senegaranya, termasuk mantan petenis dan petenis yang masih aktif, menyampaikan dukungan mereka kepada sang petenis.
Di usia 36 tahun, dapat dikatakan bahwa Bagnis berada di penghujung kariernya dan ia belum meraih satu pun gelar turnamen ATP meskipun telah mencapai dua final turnamen clay-court. Satu-satunya gelar turnamen ATP yang diraihnya adalah di nomor ganda, ketika ia memenangkan gelar di Stuttgart bersama Thomas Bellucci. Ia dikenal karena kehebatannya di clay-court, memenangkan 22 gelar tunggal di permukaan tersebut di ajang Challenger dan ITF secara gabungan.
Artikel Tag: US Open, Facundo Bagnis
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/facundo-bagnis-angkat-bicara-soal-pelanggaran-doping-usai-terima-sanksi
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini