Gestur Menyentuh Stefanos Tsitsipas Bagi Mikhail Kukushkin Di Almaty
Stefanos Tsitsipas [kanan] dan Mikhail Kukushkin [kiri] [image: Almaty Open]
Berita Tenis: Mikhail Kukushkin menutup perjalanan karier di turnamen ATP di Almaty Open musim 2026, di mana petenis tuan rumah harus mengakui keunggulan Stefanos Tsitsipas di babak kedua.
Meski meraih kemenangan telak dalam durasi 62 menit di babak kedua Almaty Open, petenis berkebangsaan Yunani menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan kepada petenis berkebangsaan Kazakhstan, Kukushkin. Sebelum memulai wawancara di lapangan, ia menghampiri petenis tuan rumah yang tampak emosional dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada sebuah kaus, sebuah gestur penuh perhatian yang menunjukkan rasa hormatnya kepada sang petenis veteran di penghujung kariernya.
"Rasanya sangat ganjil dan aneh saat harus bertanding melawan seseorang yang akan memainkan laga terakhir dalam kariernya," aku Tsitsipas. "Ini bukan situasi yang ingin sering anda alami. Rasanya cukup berat. Anda jadi lebih berempati kepada lawan dibandingkan dalam situasi atau pertandingan lainnya.”
"Sulit rasanya mengetahui bahwa anda semakin dekat dengan kemenangan, tepat di saat-saat yang mungkin menjadi poin-poin terakhir dalam kariernya. Jadi, ini adalah momen miliknya. Hari ini sepenuhnya didedikasikan untuknya."
Kukushkin sempat merasakan momen yang tidak terlupakan di awal pekan ini, dengan meraih kemenangan yang diperjuangkan dengan keras di hadapan pendukung tuan rumah. Petenis berusia 38 tahun mengawali kiprahnya di Almaty Open melalui kemenangan sengit 7-6, 7-6 atas Stefanos Sakellaridis, sebuah hasil yang memberinya kesempatan untuk tampil sekali lagi di depan publik sendiri sekaligus memastikan pertemuan melawan Tsitsipas.
Setelah kemenangan di babak pertama tersebut, Kukushkin merayakannya bersama keluarganya di tribune, lalu merenungkan makna dari kesempatan bertanding di Almaty untuk kali terakhir.
"Pertandingan tadi sangat berat. Saya selalu berjuang keras setiap kali bermain untuk Kazakhstan di ajang Davis Cup atau saat bertanding di rumah sendiri, di Almaty," ujar Kukushkin usai kemenangannya di babak petama.
"Ini adalah pekan yang istimewa bagi saya. Pekan terakhir saya di turnamen. Pertandingan seperti ini mengingatkan saya pada gaya bermain saya saat tampil di Davis Cup, pertandingan yang sangat panjang dan pertarungan yang sengit. Cara saya bermain hari ini seolah merangkum seluruh perjalanan karier saya. Senang sekali bisa merasakannya sekali lagi."
"Rasanya sungguh luar biasa. Musim ini saya menyadari bahwa ini akan menjadi musim terakhir bagi saya. Sudah saatnya untuk melangkah pergi, mengakhiri semuanya, dan pensiun di kampung halaman sendiri. Ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Pekan ini sangat istimewa, penuh dengan berbagai emosi. Saya hanya ingin menikmati momen berada di sini sekali lagi."
Mantan petenis peringkat 39 dunia, Kukushkin beralih menjadi petenis profesional pada musim 2006 dan menghabiskan hampir dua dekade berkompetisi di turnamen ATP. Ia meraih satu-satunya gelar di turnamen ATP, St. Petersburg Open pada musim 2010 dan mencatatkan empat kemenangan atas lawan yang berada di peringkat 10 besar, termasuk kemenangan yang tidak terlupakan melawan petenis yang saat itu menempati peringkat 4 dunia, Stan Wawrinka di Basel pada musim 2014.
Artikel Tag: Mikhail Kukushkin, Stefanos Tsitsipas, Almaty Open
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/gestur-menyentuh-stefanos-tsitsipas-bagi-mikhail-kukushkin-di-almaty
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini