Harriet Dart Puji Pelatih Paruh Waktunya Usai Klaim Gelar Di Usia 30 Tahun
Harriet Dart [image: Eastnews]
Berita Tenis: Harriet Dart mengatakan bahwa kehadiran juara Grand Slam di dalam tim pelatihnya telah membuatnya lebih percaya pada diri sendiri, menyusul kemenangannya di Guangzhou Open musim 2026.
Petenis berkebangsaan Inggris mencatatkan perjalanan bak kisah dongeng di turnamen WTA level 250, Guangzhou Open, di mana ia harus melewati dua babak kualifikasi demi bisa menembus babak utama. Ia lalu menaklukkan tiga petenis unggulan, termasuk petenis unggulan kedua, Janice Tjen di babak kedua dan petenis unggulan kelima, Paula Badosa di perempatfinal.
Kemudian, di final turnamen WTA pertama dalam kariernya, petenis yang tidak diunggulkan tersebut kembali menampilkan performa gemilang dengan mengalahkan petenis berkebangsaan Austria, Lilli Tagger dengan 4-6, 6-3, 6-4.
Tagger berusia 12 tahun lebih muda daripada petenis berkebangsaan Inggris dan saat ini menempati peringkat 53 dunia, delapan posisi di bawah peringkat tertinggi di sepanjang kariernya sampai saat ini.
“Saya akan berusaha untuk tidak terlalu emosional,” ujar Dart yang pada hari Senin (2/11) akan kembali masuk ke dalam peringkat 100 besar untuk kali pertama sejak November 2024.
“Terima kasih banyak kepada tim saya pekan ini. Sungguh luar biasa bisa bermain di hadapan penonton yang begitu ramai. Pengalaman di sini sangat menyenangkan, saya sangat menghargainya, dan berharap bisa kembali lagi musim depan.”
Salah satu orang yang menyaksikan kemenangan petenis berkebangsaan Inggris di Guangzhou Open adalah Marion Bartoli, juara Wimbledon musim 2013 sekaaligus mantan petenis peringkat 7 dunia. Bartoli, yang kini bekerja sebagai analis tenis untuk lembaga penyiaran televisi, bergabung dengan tim petenis asal Inggris secara paruh waktu sejak awal musim ini.
“Sungguh luar biasa bisa bekerja sama dengan Marion dan saya sangat beruntung ia bersedia bekerja sama dengan saya,” ungkap Dart. “Tentu saja, saya berada di tahap karier yang sangat berbeda dibandingkan seseorang yang, misalnya, berusia 20 tahun. Tetapi, saya merasa masih banyak hal yang bisa saya tingkatkan dan masih ada kemajuan yang bisa dicapai.”
“Ia benar-benar percaya pada saya, itu sangat berarti bagi saya. Melihat seorang juara Grand Slam menaruh kepercayaan seperti itu membuat saya merasa jauh lebih percaya pada diri saya sendiri.”
“Lebih dari segalanya, Marion adalah orang yang hebat. Ia peduli pada saya sebagai pribadi terlebih dahulu dan tentu saja juga ingin membantu saya berkembang sebagai petenis. Sangat berharga dan luar biasa baginya untuk berbagi pengalaman dengan saya, yang membantu saya menjadi lebih baik. Saya telah belajar banyak darinya dan berharap dapat terus belajar lebih banyak lagi. Saya harap kami bisa menghabiskan lebih banyak pekan bersama musim depan.”
Artikel Tag: Guangzhou Open, Harriet Dart
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/harriet-dart-puji-pelatih-paruh-waktunya-usai-klaim-gelar-di-usia-30-tahun
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini