Novak Djokovic Persiapkan Diri Sebaik Mungkin Jelang US Open
Novak Djokovic [image: getty images]
Berita Tenis: Pada musim 2005, Novak Djokovic yang berusia 18 tahun debut di US Open dengan melawan Gael Monfils. Laga tersebut merupakan laga lima set yang berlangsung naik turun dan akhirnya dimenangkan petenis berkebangsaan Serbia setelah 4 jam 2 menit.
Dua dekade setelahnya, mantan petenis peringkat 1 dunia kembali ke Flushing Meadows, New York dan akan tampil di US Open untuk kali ke-20, sebuah tonggak pencapaian yang mendorongnya untuk merenungkan betapa banyak waktu yang telah berlalu dan seberapa banyak yang telah ia capai sejak perjalanan pertamanya di Grand Slam tersebut.
“Saya sangat bangga dengan itu,” ungkap Djokovic ketika diberi tahu bahwa musim ini ia akan tampil untuk kali ke-20 di New York.
“Tentu saja, memiliki karier yang panjang selalu menjadi salah satu target ketika saya masih lebih mudah, berusaha untuk memiliki karier panjang, berusaha mendapatkan lebih banyak kesempatan di Grand Slam, dan menjaga kesehatan agar bisa terus berkompetisi selama mungkin.”
“Sungguh luar biasa mengetahui bahwa saya kembali ke Grand Slam selama 20 musim berturut-turut. Saya sempat melihat informasi bahwa hanya ada sekitar tiga atau empat dari kami yang sudah bermain sejak musim 2005. Seingat saya, mereka adalah Stan Wawrinka, Monfils, dan Marin Cilic. Jadi, sungguh menyenangkan bisa mengenang masa lalu. Saya ingat pernah bertanding melawan Monfils di US Open pertama saya, laga sengit lima set, dan kini, 20 musim kemudian, kami berdua masih terus berjuang dan mewakili generasi yang lebih tua.”
Situasinya kini berbeda, tetapi target petenis berkebangsaan Serbia di US Open masih seambisius seperti sebelumnya. Musim ini, ia akan mengincar gelar Grand Slam kelima di New York sekaligus gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya, terus bersaing di tingkat tertinggi meskipun dihadapkan pada tuntutan karier yang kini telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Mantan petenis peringkat 1 dunia mencapai final Australian Open pada bulan Januari sebelum melaju ke semifinal Wimbledon bulan lalu, hal tersebut menjadi bukti lebih lanjut bahwa ia masih mampu melangkah jauh di turnamen-turnamen terbesar. Tetapi, ada pula pengingat mengenai tantangan yang muncul dalam mempertahankan performa di level tersebut pada tahap kariernya saat ini.
Salah satunya terjadi dua pekan lalu di Cincinnati, saat ia mengalami kekalahan tidak terduga dalam tiga set melawan Thiago Agustin Tirante pada pertandingan pembukanya. Alih-alih meratapi hasil tersebut, ia memanfaatkan kekalahan lebih awal tersebut untuk mendapatkan waktu tambahan guna bersiap menghadapi turnamen di New York.
"Sejujurnya, saya tidak suka kalah lebih awal di mana pun, tetapi hal itu memberi saya waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi US Open dengan cara yang paling optimal. Saya memiliki waktu hampir dua pekan untuk benar-benar berlatih serta mempersiapkan fisik dan mental saya agar berada dalam kondisi yang tepat. Kita lihat saja nanti hasilnya,” tutur Djokovic.
"Jika anda bertanya apakah saya sudah siap, saya merasa sudah berada dalam kondisi terbaik yang saya bisa, namun situasinya berbeda antara berlatih, kemudian turun ke lapangan di Arthur Ashe Stadium untuk memainkan pertandingan dengan format lima set terbaik. Biasanya, kita tidak memainkan format lima set terbaik dalam sesi latihan. Bagi saya, pertandingan pembuka — terutama dalam beberapa musim terakhir — selalu cukup menantang. Jadi, semoga saya bisa melewati rintangan pertama itu dan melangkah lebih jauh dari sana."
Djokovic akan mengawali US Open musim 2026 dengan menghadapi petenis berkebangsaan Argentina, Mariano Navone untuk kali pertama.
Artikel Tag: Novak Djokovic, US Open, Mariano Navone, Thiago Agustin Tirante
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/novak-djokovic-persiapkan-diri-sebaik-mungkin-jelang-us-open
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini