Pandangan Carlos Alcaraz Terkait Kemenangan Dua Grand Slam Alexander Zverev
Carlos Alcaraz [image: reuters]
Berita Tenis: Carlos Alcaraz mengungkapkan apakah ia merasa "terkejut" dengan betapa cepatnya situasi bisa berubah dalam dunia tenis setelah musim yang tidak biasa di kancah tenis putra.
Petenis peringkat 3 dunia mengawali musim 2026 dengan menempati posisi puncak peringkat ATP dan menjadi petenis yang mendominasi di tahap awal musim ini. Ia mencatatkan rekor tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan di awal musim, dengan menjuarai Australian Open dan Qatar Open sebelum akhirnya kalah di semifinal Indian Wells Open.
Petenis yang telah mengantongi tujuh gelar Grand Slam kehilangan posisi nomor satu dunia setelah kalah dari petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner di final Monte Carlo Open awal musim ini.
Alcaraz sempat absen selama lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan sebelum kembali bertanding di US Open dan ia berhasil meraih gelar ketiganya pada musim 2026 di Japan Open, Tokyo awal pekan ini.
Sementara itu, Sinner memenangkan lima turnamen Masters 1000 pertama musim ini di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Ia kemudian tersingkir secara mengejutkan di babak kedua French Open akibat kondisi fisiknya yang ambruk, hasil yang sekaligus mengakhiri rentetan 30 kemenangan beruntunnya. Setelah itu, ia sukses mempertahankan gelar Wimbledon, tetapi belum kembali bertanding sejak saat itu karena mengalami cedera lutut.
Di tengah-tengah situasi seperti itu, Alexander Zverev berjaya di French Open dan US Open, ia bahkan akan menjadi petenis peringkat 1 dunia untuk kali pertama.
Dalam konferensi pers menjelang Shanghai Open, petenis berkebangsaan Spanyol ditanya mengenai perubahan momentum yang dramatis pada musim ini.
T: “Pada paruh pertama musim ini, anda menjuarai Australian Open, lalu Jannik praktis memenangkan setiap turnamen Masters. Kemudian, situasi berubah dengan sangat cepat. Misalnya Sascha (Zverev), ia memenangkan dua gelar Grand Slam. Apakah anda terkejut melihat betapa cepatnya perubahan situasi seperti itu?”
Alcaraz: “Sama sekali tidak. Saya paham dunia tenis, bisa dibilang, ini seperti roller coaster. Seorang petenis bisa mengawali musim dengan sangat, sangat baik, memenangkan dua, tiga, atau empat turnamen, atau berapa pun jumlahnya.”
“Lalu, situasinya bisa beralih ke petenis lain yang — baik di musim clay-court maupun hard-court — mampu mendominasi turnamen dan memenangkan setiap turnamen. Dan kemudian, anda tahu, rangkaian turnamen di Amerika Utara bisa mengubah segalanya.”
“Satu musim itu bisa terasa sangat panjang. Kami melakoni banyak pertandingan dan banyak turnamen. Terkadang, kami memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan permainan sebaik mungkin demi menghadapi sisa musim.”
“Jadi, saya tahu bahwa dalam tenis, anda harus selalu siap dan fokus di setiap turnamen, setiap pekan anda berlatih demi menjadi lebih baik, karena petenis lain mungkin berlatih lebih keras daripada anda untuk mengejar ketertinggalan mereka.”
“Menurut saya, itulah sisi menarik dari tenis, banyak petenis yang bersaing memperebutkan hal yang sama dan peringkat yang terus berubah-ubah. Jadi, saya sama sekali tidak terkejut.”
Artikel Tag: French Open, US Open, alexander zverev, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/pandangan-carlos-alcaraz-terkait-kemenangan-dua-grand-slam-alexander-zverev
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini