Rekan Latihan Jannik Sinner Ungkap Hal Yang Buat Sang Petenis Istimewa
Jannik Sinner [kedua dari kiri] dan Raffaele Ciurnelli [kedua dari kanan] [image: x/UfficiStampaEgv]
Berita Tenis: Masyarakat Italia semakin memperhatikan generasi baru petenis dan contoh terbaik dari banyaknya petenis berbakat yang dimiliki negara ini saat ini adalah Jannik Sinner.
Banyak penggemar dan pakar memperkirakan petenis berkebangsaan Italia akan tetap menjadi salah satu petenis terkemuka dunia selama bermusim-musim mendatang, mengingat tingkat dominasi yang ditunjukkannya.
Di sampingnya, talenta muda seperti Raffaele Ciurnelli, petenis berkebangsaan Italia berusia 18 tahun yang dianggap banyak orang sebagai salah satu petenis muda paling menarik di generasinya, juga menarik perhatian.
Lahir pada Maret 2008, Ciurnelli menarik perhatian dunia tenis dengan penampilan luar biasa di turnamen junior dan ia mendapatkan perhatian tambahan dengan sesi latihannya bersama juara Wimbledon musim 2026.
Latihan bersama petenis terbaik di dunia merupakan momen istimewa bagi petenis belia Italia yang berkesempatan untuk melihat langsung profesionalisme, intensitas, dan pendekatan yang digunakan petenis peringkat 1 dunia dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan terbesar.
Ciurnelli memiliki pengalaman istimewa selama Wimbledon, di mana ia berlatih dengan petenis terbaik dunia yang memenangkan lima gelar Masters pertama musim 2026.
Setelah sebelumnya berlatih dengan rekan senegaranya, Flavio Cobolli di Roland Garros, Paris, pertemuan dengan petenis peringkat 1 dunia saat ini merupakan momen besar lainnya dalam perkembangannya.
Latihan bersama juara ATP Finals musim 2025 terjadi hampir secara tidak sengaja. Pelatih asal Italia, Filippo Volandri berada di Wimbledon bersama beberapa anggota staf pelatih, termasuk Giancarlo Palumbo, kepala sektor junior federasi tenis Italia. Suatu malam, Palumbo memberi tahu para petenis muda bahwa ada tempat kosong untuk latihan bersama petenis peringkat 1 dunia keesokan harinya.
Karena beberapa petenis sudah memiliki komitmen, pilihannya tinggal antara Ciurnelli dan Matteo Gribaldo. Keputusan siapa yang akan mendapatkan kesempatan tersebut ditentukan dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan lemparan koin, setelah itu Ciurnelli melangkah ke lapangan bersama salah satu petenis terbaik dunia.
Petenis berusia 18 tahun mengungkapkan bahwa petenis peringkat 1 dunia tidak menyelamatkan diri bahkan selama latihan, meskipun jelas bahwa itu adalah periode persiapan.
“Ia bermain dengan normal, yang menurut saya berarti ia benar-benar berusaha keras!” seru Ciurnelli, menekankan betapa seriusnya Sinner mendekati setiap pukulan.
Ia sangat terkesan dengan pendekatan profesional petenis berusia 24 tahun, yang tercermin tidak hanya dalam permainan itu sendiri, tetapi juga dalam setiap detail perilakunya di lapangan.
"Saya bisa menyebutkan pekerjaan apa pun dan saya tidak akan salah. Tetapi terutama, profesionalisme luar biasa yang terlihat dalam setiap detail kecil," jelas Ciurnelli.
Petenis muda tersebut menggambarkan pengalaman berlatih bersama Sinner, menekankan bahwa itu adalah salah satu momen paling menarik dalam kariernya. Ia menunjuk bahwa sang bintang tenis memberinya beberapa kiat untuk bermain di grass-court, tetapi pada saat yang sama ia sangat ramah dan terbuka untuk diajak berbicara.
Namun, Ciurnelli menekankan bahwa petenis peringkat 1 dunia terkadang adalah orang yang pendiam, tetapi meskipun demikian, ia memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik dan selera humor yang tinggi.
"Ya, ia memberi saya beberapa nasihat tentang cara bermain di grass-court ini, yang sangat ia kenal. Kemudian, ia sangat ramah, menunjukkan minat pada saya dan latar belakang saya,” tambah Ciurnelli.
“Ia tampak seperti orang yang sangat pendiam, tetapi mampu berkomunikasi dengan sangat alami dan humoris. Ia sering bercanda dengan anggota timnya, sementara pada saat yang sama melakukan diskusi yang jauh lebih serius tentang bagaimana sesi latihan berlangsung."
Pengalaman seperti yang ia dapatkan bersama Sinner bisa sangat penting bagi perkembangannya lebih lanjut dan membuka banyak pintu baginya di masa depan. Ia menyadari betapa berharganya momen-momen seperti ini, terutama karena nasihat dan wawasan yang bisa ia dapatkan dari petenis seperti juara Wimbledon musim 2026.
Sebagai salah satu petenis paling berbakat di generasinya, petenis berkebangsaan Italia berada pada periode karier di mana ia harus membuktikan kemampuannya di panggung terbesar. Tetapi, pengalaman masa lalunya dan kepercayaan diri yang ditunjukkannya menunjukkan bahwa ia memiliki potensi untuk mencapai hasil yang luar biasa.
Artikel Tag: wimbledon, Jannik Sinner
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/rekan-latihan-jannik-sinner-ungkap-hal-yang-buat-sang-petenis-istimewa
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini