Taylor Fritz Frustasi Meski Petik Kemenangan Pertama Di Shanghai
Taylor Fritz [image: getty images]
Berita Tenis: Taylor Fritz adalah salah satu sosok di dunia tenis yang paling analitis dan pandai bertutur kata, cara pandangnya terhadap olahraga ini sungguh unik dan berbeda dari petenis lain.
Minat serta antusiasme petenis AS terhadap aspek taktis permainan — ditambah kesediaannya untuk membahas hal tersebut — kerap memberikan wawasan baru yang belum pernah didapatkan penggemar sebelumnya.
Namun, meskipun mantan petenis peringkat 4 dunia mungkin dianggap sebagai seorang purist tenis, ia tidak segan-segan mengkritik keras olahraga ini saat merasa ada hal yang keliru atau ketika terjadi kesalahan.
Sepanjang musim ini, petenis peringkat 12 dunia telah berulang kali mengeluhkan soal bola tenis. Kini, setelah memenangkan pertandingan pembukanya di Shanghai Open musim ini, bola tenis kembali menjadi sasaran kekesalannya.
Saat masih berada di lapangan, petenis berusia 28 tahun mengawali komentarnya dengan menilai performanya, setelah meraih kemenangan 7-5, 6-4 atas petenis berkebangsaan Italia, Matteo Arnaldi untuk memulai kiprahnya di Shanghai Open.
Fritz mengakui, "Saya hanya berusaha untuk mengambil inisiatif serangan secepat mungkin dalam banyak reli. Kadang saya agak kerepotan saat ia berhasil melakukan pukulan yang bagus — eh, yang lebih dalam — lalu saya terpaksa mengurangi tenaga pukulan dan ia mulai bisa mendikte permainan.”
“Tetapi selain itu, saya berhasil mengembalikan situasi ke posisi netral, lalu menyerang dan berusaha menjadi pihak yang mendikte permainan, apalagi saat bola baru saja diganti, saya merasa performa saya sangat bagus.”
Sang pewawancara, yang duduk di tepi lapangan, mengaku mendengar petenis AS mengeluh merasa 'frustrasi' selama pertandingan.
Saat diminta menjelaskan lebih lanjut mengenai hal yang membuatnya kesal, Fritz mengakui, "Begitu bola mulai usang, saya bisa memukul bola ke satu sisi sekuat tenaga, lalu ke sisi lainnya sekuat tenaga, tetapi ia malah bisa memukul bola melewati saya dengan pukulan yang mantap."
“Yah, begitulah. Maksud saya, syukurlah mereka mempercepat permukaan lapangan musim ini. Jadi, laju bola lebih cepat dan setidaknya permainan masih bisa mengalir, tetapi masalahnya, bola-bola ini sangat cepat saat masih baru, lalu cepat sekali kehilangan kualitasnya dan begitu sudah aus — ya ampun — menyelesaikan satu reli saja rasanya menyiksa. Benar-benar sulit.”
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama bagi petenis berusia 28 tahun di turnamen ATP sejak US Open, setelah sebelumnya kalah di babak pertama Japan Open akhir pekan lalu.
Namun terlepas dari hal itu, Fritz tetap percaya diri dengan permainannya, seraya menambahkan, "Maksud saya, saya merasa nyaman dengan permainan saya sepanjang waktu. Menurut saya, situasi di Tokyo memang sangat berat bagi saya."
“Saya pergi ke Laver Cup cukup awal, lalu hujan turun selama dua hari pertama saya di Tokyo, jadi saya tidak melihat sinar matahari selama — seingat saya — sekitar 12 hari. Kemudian saat saya turun bertanding di laga pertama, sinar mataharinya sangat terik, dan cuacanya benar-benar panas menyengat.”
“Kondisi itu benar-benar menghantam saya, karena saya tidak sempat melakukan aklimatisasi terhadap suhu panas, jadi, ya, saya merasa permainan tenis saya sebenarnya bagus, hanya saja situasinya memang berat.”
Sementara itu, menantikan petenis unggulan ke-11, Fritz di babak ketiga Shanghai Open adalah petenis berkebangsaan Yunani, Stefanos Tsitsipas yang mengalahkan petenis unggulan ke-18, Luciano Darderi dengan 6-3, 6-4.
Artikel Tag: Taylor Fritz, Stefanos Tsitsipas, Shanghai Open, Matteo Arnaldi
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/taylor-fritz-frustasi-meski-petik-kemenangan-pertama-di-shanghai
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini