Taylor Fritz Puji Alexander Zverev Usai Kampiun Di US Open
Alexander Zverev [kiri] dan Taylor Fritz [kanan]
Berita Tenis: Alexander Zverev telah memberikan banyak bahan pembicaraan bagi para penggemar tenis pada musim 2026 setelah akhirnya mengubah alur perjalanan kariernya di Grand Slam.
Petenis berkebangsaan Jerman telah menanti selama bermusim-musim demi meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Tetapi, musim ini situasinya berbeda. Ia pertama kali menjuarai French Open, lalu menambah koleksi gelarnya dengan memenangkan US Open tiga bulan kemudian.
Kesuksesan terbarunya di New York juga menuai tanggapan dari para petenis lain. Taylor Fritz yang mengenal petenis berkebangsaan Jerman dengan baik setelah berkali-kali menghadapinya, memuji satu hal yang berhasil dilakukan oleh petenis berkebangsaan Jerman di sebagian besar kariernya.
Bagi petenis AS, kemampuan untuk rutin berlatih dan bertanding menjadi alasan utama mengapa peraih medali emas Olimpiade tahun 2021 di Tokyo mampu mempertahankan performa tingkat tinggi dalam kurun waktu yang begitu lama.
"Hal itu jelas menunjukkan bahwa itu bisa dilakukan. Menurut saya, hal terpenting adalah menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Saya rasa itulah satu hal yang dilakukan Sascha dengan sangat baik selama bermusim-musim, terlepas dari satu cedera pergelangan kaki itu. Ia hampir tidak pernah melewatkan turnamen," komentar Fritz tentang Zverev.
"Menurut saya, ia berhasil menjaga kesehatannya dengan sangat baik. Di situlah anda bisa benar-benar berlatih dan bertanding secara intensif, lalu mencapai level permainan tenis yang sangat tinggi dan konsisten, sesuatu yang telah ia tunjukkan dalam waktu yang lama. Dan menurut saya, itulah yang diperlukan untuk memenangkan gelar Grand Slam, mampu bermain di level tersebut secara berkelanjutan."
Kedua petenis sangat memahami gaya permainan satu sama lain. Mereka telah bertemu sebanyak 16 kali, dengan Fritz memenangkan sepuluh di antaranya. Petenis AS bahkan sempat mengalahkan petenis berkebangsaan Jerman dalam tujuh pertemuan berturut-turut.
Rentetan kemenangan tersebut berakhir di Wimbledon musim ini. Petenis berkebangsaan Jerman mengalahkan petenis AS dengan tiga set langsung di perempatfinal dan melaju ke semifinal pertamanya di London.
Petenis AS mengalami nyeri lutut selama pertandingan tersebut dan memerlukan perawatan. Ia kemudian menjelaskan bahwa tendonitis lutut telah lama menjadi masalah baginya. Itulah sebabnya komentarnya mengenai Zverev juga berkaitan dengan situasinya sendiri.
Petenis berusia 28 tahun berpendapat bahwa lebih mudah untuk mencapai performa yang stabil ketika seorang petenis dapat berlatih secara normal, alih-alih harus terus-menerus berhenti akibat masalah fisik.
"Dan menurut saya, itulah kondisi yang saya alami pada musim 2024. Saya merasa saat itu segalanya berjalan lancar bagi saya. Namun sejak saat itu, saya rasa terlalu banyak waktu yang habis untuk bergelut dengan cedera, sehingga sulit bagi saya untuk menemukan tingkat performa konsisten yang bisa saya pertahankan terus-menerus tanpa terganggu oleh masalah-masalah kecil yang muncul," tutur Fritz.
Petenis AS menyebutkan cedera otot oblique dan masalah lutut sebagai dua hal yang menghambat kemajuannya. Pada awal musim 2026, sebagian besar masa jeda kompetisinya dihabiskan untuk berupaya memperbaiki kondisi lututnya.
Artikel Tag: wimbledon, Taylor Fritz, US Open, alexander zverev
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/taylor-fritz-puji-alexander-zverev-usai-kampiun-di-us-open
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini