Terlahir Dari Keluarga Konglomerat, Jessica Pegula Tetap Tekuni Tenis
Jessica Pegula [image: Charleston Open]
Berita Tenis: Mantan petenis berkebangsaan Jerman, Andrea Petkovic memuji stabilitas emosional Jessica Pegula dengan menyoroti pilihannya yang teguh untuk menekuni tenis meskipun memiliki kekayaan keluarga yang sangat besar.
Petenis AS baru-baru ini menghadapi pertanyaan humoris dari petenis berkebangsaan Cina, Zheng Qinwen tentang mengapa ia memilih untuk melakoni olahraga yang sulit seperti tenis padahal ia bisa menjalani “kehidupan kelas atas” berkat kekayaan keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Itu adalah topik yang sering muncul dalam diskusi tentang petenis AS.
Namun, meskipun merupakan putri dari miliarder, Terry dan Kim Pegula, pemilik Buffalo Bills dan Buffalo Sabres, petenis peringkat 5 dunia sangat berdedikasi pada karier tenisnya. Dorongan untuk suksesnya, alih-alih mengandalkan statusnya sebagai pewaris, telah mendapatkan pujian tinggi dari Petkovic.
“Jessica Pegula memiliki kestabilan emosional, sangat tahan (terhadap rasa sakit), mungkin sedikit keras kepala, dan yang terpenting, rasa ingin tahu. Orang-orang menyebutnya sebagai ‘petenis yang bersinar di usia lanjut’ karena terobosannya untuk masuk peringkat 10 besar terjadi ketika ia berusia 28 tahun,” tulis Petkovic.
“Namun, tidak semua orang tahu bahwa awal karier Jess dihantui oleh cedera dan operasi. Ia terus kembali dan terus berusaha untuk berhasil dan terus menginginkannya (ini adalah jenis kekeraskepalaan yang baik yang baru saja saya duga).”
“Saya rasa bukan rahasia lagi bahwa keluarganya kaya. Saya rasa bukan rahasia lagi bahwa Jess sangat cerdas. Ia bisa dan pasti akan menemukan cara untuk sukses dengan atau tanpa tenis. Tetapi ia memilih olahraga ini – olahraga kita.”
“Ia tampaknya tidak terlalu euforia saat menang dan tidak terlalu sedih saat kalah, dan itu adalah aset besar serta watak yang sempurna untuk karier tenis yang berkelanjutan, yang terkadang terasa sedikit bipolar dalam ekstremnya ketika anda adalah orang yang emosional. Ia tetap, sebagian besar, stabil. Ia tidak kehilangan akal sehatnya saat kalah di babak awal atau saat memenangkan gelar besar. Suhu emosinya tetap sama.”
Ketika ditanya mengapa petenis berusia 32 tahun repot-repot bermain tenis meskipun hidup dalam kemewahan keluarga, ia menjelaskan bahwa kecintaannya pada olahraga itu dimulai sejak kecil, jauh sebelum ia menyadari status miliarder orang tuanya.
“Ini adalah sesuatu yang saya sukai sejak kecil, bahkan sebelum saya memiliki keluarga, uang, tim, atau hal-hal semacam itu,” tutur Pegula kepada The Second Serve awal musim ini.
“Saya ingin menjadi peringkat 1 dunia ketika saya berusia sekitar 6 tahun. Itu adalah impian saya sejak saya ingat, untuk menjadi nomor 1, untuk bisa bermain di turnamen, untuk bisa memenangkan Grand Slam. Maksud saya, sangat keren bahwa saya dapat melihat ke belakang dan mengatakan bahwa saya sedang berupaya untuk melakukan itu, mewujudkan impian saya.”
Artikel Tag: Jessica Pegula, Zheng Qinwen
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/terlahir-dari-keluarga-konglomerat-jessica-pegula-tetap-tekuni-tenis
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini