Barry McGuigan Kritik Pelatih Moses Itauma Usai Kalah dari Hrgovic
Moses Itauma bersama pelatihnya, Ben Davison
Berita Tinju - Moses Itauma mengalami kekalahan pertama dalam karier profesionalnya ketika menghadapi Filip Hrgovic dalam perebutan gelar IBF kelas berat.
Petinju Inggris berusia 21 tahun itu sebenarnya tampil sangat dominan pada sebagian besar pertarungan. Kecepatan dan variasi pukulannya membuat Hrgovic kesulitan mengembangkan permainan pada ronde ronde awal.
Namun, situasi berubah drastis memasuki ronde ronde akhir. Itauma mulai kehabisan tenaga setelah mengeluarkan energi besar sejak awal. Hrgovic kemudian mampu meningkatkan tekanan hingga Itauma tidak lagi sanggup mempertahankan performanya.
Pertarungan akhirnya dihentikan pada ronde kesembilan. Hrgovic pun keluar sebagai pemenang dan merebut gelar IBF kelas berat.
Kondisi Moses Itauma pada saat penghentian kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai persiapannya. Sebagian penggemar bahkan mulai mempertanyakan keputusan Ben Davison yang tetap membiarkan pertarungan berlangsung ketika anak asuhnya terlihat sangat kelelahan.
Barry McGuigan menjadi salah satu tokoh yang ikut mengkritik keputusan tersebut. Mantan juara dunia dan anggota International Boxing Hall of Fame itu menilai Davison seharusnya melempar handuk beberapa detik lebih awal.
“Dia seharusnya melempar handuk 10 detik lebih awal. Dia berdiri di sana seperti orang bodoh dengan handuk di tangannya sambil menatap petarung tersebut. Kamu tidak perlu membiarkan petarungmu dipermalukan. Lempar handuk ketika dia sudah kelelahan. Maaf dengan bahasa saya, tetapi hentikan pertarungan,” ujar McGuigan kepada Seconds Out.
Menurut McGuigan, tugas utama seorang pelatih bukan hanya menyusun strategi untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga memastikan keselamatan petinjunya.
“Itu hanya akan merusak kepercayaan dirinya dan sebenarnya tidak perlu terjadi. Kamu bisa melihat dia sudah kelelahan. Lakukan saja, lempar handuk. Itulah pekerjaanmu. Di atas segalanya, tugasmu adalah melindungi petarungmu,” lanjutnya.
McGuigan bahkan memperingatkan risiko yang bisa muncul jika pertarungan terus dibiarkan ketika seorang petinju sudah tidak mampu bertahan dengan baik.
“Dua pukulan lagi bisa mengakhiri hidupnya dan membuatnya mengalami cedera sangat serius. Saya mungkin terdengar dramatis, tetapi ini olahraga yang sangat berbahaya. Ketika petarungmu sudah benar benar kelelahan dan terhuyung huyung di atas ring, lempar handuk. Jangan ragu, selamatkan dia untuk pertandingan berikutnya. Itulah yang harus kamu lakukan,” tegas McGuigan.
Kritik tersebut tentu menjadi sorotan bagi Davison yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pelatih elite di Inggris. Ia kini memiliki kesempatan untuk menjawab keraguan tersebut melalui pertarungan lain.
Bulan depan, Davison akan kembali mendampingi Fabio Wardley dalam pertandingan ulang melawan Daniel Dubois untuk memperebutkan gelar WBO kelas berat. Pertarungan itu menjadi kesempatan bagi Davison untuk membuktikan kembali kualitasnya dan membawa petinju lain di bawah asuhannya menjadi juara dunia.
Artikel Tag: IBF, Ben Davison, Heavyweight, Daniel Dubois, Fabio Wardley, Filip Hrgovic
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/barry-mcguigan-kritik-pelatih-moses-itauma-usai-kalah-dari-hrgovic
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini