Chris Billam-Smith Ingin Akhiri Rivalitas 10 Tahun Lawan Chev Clarke
Chris Billam-Smith (kiri) dan Chev Clarke. (Foto: Fight TV)
Chris Billam-Smith akan berusaha mengakhiri rivalitas selama satu dekade dengan Chev Clarke saat keduanya bertarung dalam partai utama Zuffa Boxing 12 di Copper Box Arena, London, pada 7 November.
Mantan juara dunia kelas penjelajah versi World Boxing Organization (WBO) itu mengincar kemenangan atas rival lamanya setelah dua kali kalah ketika masih menjadi petinju amatir.
Persaingan mereka bermula pada 2016, ketika Chris Billam-Smith masih menjadi petinju amatir potensial dari Bournemouth.
Pada tahun itu, Clarke dua kali mengalahkannya dalam rentang lima bulan dan akhirnya mendapatkan tempat di tim tinju Inggris Raya untuk persiapan Olimpiade, yang menjadi impian Billam-Smith.
Clarke kemudian mewakili Inggris Raya pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021. Sementara itu, kegagalan masuk tim nasional membuat Billam-Smith beralih ke tinju profesional.
Kini, pada usia 36 tahun, ia mendapat kesempatan membalas kekalahan tersebut dalam pertarungan yang akan disiarkan Sky Sports di Inggris dan Paramount+ di Amerika Serikat.
“Jika saya tidak pernah mendapat kesempatan bertarung dengannya, itu tidak akan mengganggu saya. Namun, karena sekarang saya mendapat kesempatan itu, saya bisa menuntaskan urusan 10 tahun tersebut,” kata Billam-Smith kepada The Ring.
Pertemuan pertama mereka terjadi di final kejuaraan amatir ABAs 2016 di Echo Arena, Liverpool.
Billam-Smith sempat menyaksikan Clarke menghentikan Natty Nwenga dengan pukulan keras sebelum dirinya bertanding melawan Ryan Hatton di semifinal.
Billam-Smith kemudian berhadapan dengan Clarke di final. Pertarungan berlangsung ketat, tetapi juri memberikan kemenangan kepada Clarke.
Chris Billam-Smith merasa dirinya tampil cukup baik dan tidak mengalami pukulan yang membuatnya kesulitan, sehingga ia mengira telah menang.
Meski kecewa, ia tetap berharap hasil penilaian tersebut membawanya masuk skuad Inggris Raya.
Namun, kesempatan itu kembali menjauh ketika keduanya bertemu dalam final English Title Series di York Hall, Bethnal Green, pada tahun yang sama. Clarke menang lebih meyakinkan dalam pertemuan kedua.
“Saat itu motivasi saya menurun. Saya berlatih sepanjang musim panas untuk penilaian tim Inggris Raya, kemudian beristirahat sebentar dan kembali bertarung melawan Ryan Hatton. Saya sudah berlatih dan bertanding selama setahun penuh, sehingga ketika menghadapi Chev, motivasi saya benar-benar hilang,” ujar Billam-Smith.
Pada 18 Desember 2016, ia menerima surat yang menyatakan dirinya gagal masuk tim. Dari tiga petinju yang mengikuti proses tersebut, Clarke dan Scott Forrest terpilih, sedangkan Billam-Smith tidak.
Sembilan bulan kemudian, Billam-Smith menjalani debut profesional dan membangun karier yang akhirnya mengantarkannya menjadi juara dunia.
Ia kini memiliki rekor 22 kemenangan dan dua kekalahan, dengan 14 kemenangan melalui knockout (KO). Clarke mencatatkan 12 kemenangan dan dua kekalahan, termasuk sembilan KO.
Chris Billam-Smith mengaku kegagalan pada masa amatir justru membentuk mentalitasnya untuk terus berkembang. Meski duel mendatang tidak menjamin kesempatan merebut gelar, ia menganggapnya penting secara pribadi.
“Semua itu terjadi 10 tahun lalu, tetapi sekarang, demi ego saya sendiri, saya bisa menuntaskannya. Saat ini, dia unggul 2-0, tetapi saya bisa menjadi orang yang mengucapkan kata terakhir,” katanya.
Artikel Tag: olimpiade, Chris Billam-Smith
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/chris-billam-smith-ingin-akhiri-rivalitas-10-tahun-lawan-chev-clarke
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini