Daniel Dubois Vs Fabio Wardley, Bukti Tinju Tetap Punya Appeal Luar Biasa
Duel brutal Daniel Dubois (kiri) dan Fabio Wardley disebut sebagai salah satu duel kelas berat terbaik Inggris dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: AP)
Daniel Dubois kembali membuktikan ketangguhannya setelah menaklukkan Fabio Wardley dalam duel brutal demi merebut gelar juara dunia kelas berat WBO, Sabtu (9/5).
Pertarungan yang berlangsung di hadapan sekitar 20 ribu penonton itu langsung disebut sebagai salah satu duel kelas berat terbaik Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Laga berlangsung penuh drama, aksi saling menjatuhkan, hingga pertukaran pukulan keras yang membuat penonton beberapa kali sulit menyaksikan jalannya pertarungan.
Promotor veteran Frank Warren bahkan menyebut duel tersebut sebagai bukti bahwa tinju tetap memiliki daya tarik luar biasa.
“Tinju tidak rusak, saya terus mengatakan itu,” ujar Warren usai pertandingan.
Pria yang telah hampir lima dekade berkecimpung di dunia tinju itu mengaku terkesan dengan keberanian kedua petinju.
“Ini tahun ke-48 saya di bisnis ini dan menyaksikan dua petinju seperti mereka terasa luar biasa. Atmosfer, penonton, semuanya benar-benar hebat,” kata Warren.
Daniel Dubois memasuki pertarungan dengan status underdog dan langsung berada dalam tekanan setelah terjatuh pada awal laga serta kembali knockdown di ronde ketiga.
Wardley sebelumnya memang berulang kali menyinggung catatan Dubois yang pernah tiga kali kalah KO dan menyebut rivalnya bisa runtuh jika pertarungan tidak berjalan sesuai rencana.
Namun situasi tersebut justru menjadi titik balik bagi Dubois.
Setelah mendapatkan instruksi keras dari pelatihnya, Don Charles, di sudut ring, Dubois perlahan bangkit dan mulai mengendalikan pertandingan.
Petinju Inggris itu memanfaatkan jab serta kekuatan fisiknya untuk menekan Wardley sepanjang ronde-ronde berikutnya.
Dubois akhirnya memastikan kemenangan lewat penghentian pertandingan setelah mendominasi lawannya di fase akhir duel.
“Saya menghadapi petarung sejati dan saya menyukai itu,” ujar Dubois setelah laga.
“Fabio adalah petarung yang datang untuk menang dan menghibur penonton. Terima kasih untuk pertarungan luar biasa ini,” lanjutnya.
Daniel Dubois mengakui dirinya sempat gugup setelah datang ke laga dengan bayang-bayang kekalahan sebelumnya. Namun ia merasa berhasil melewati ujian besar dalam kariernya.
“Saya sempat kehilangan ritme di awal dan sedikit kacau, tetapi akhirnya bisa mengendalikan diri dan meraih kemenangan,” katanya.
Di sisi lain, Wardley tetap mendapat pujian besar meski kalah. Petinju tersebut tetap berdiri tegak meski wajahnya mulai dipenuhi darah pada pertengahan pertarungan.
Bahkan muncul perdebatan apakah laga seharusnya dihentikan lebih cepat demi keselamatan Wardley. Namun ia terus bertahan dan menolak menyerah hingga ronde-ronde akhir.
Pelatih Dubois, Don Charles, juga membela mentalitas anak asuhnya yang selama ini kerap diragukan.
“Tidak ada seorang pun yang boleh meragukan anak ini lagi,” ujar Charles.
“Apa yang dia tunjukkan malam ini menghapus semua keraguan dan narasi negatif tentang dirinya,” tambahnya.
Kemenangan tersebut membuat Daniel Dubois kini berstatus juara dunia kelas berat dua kali.
Petinju berusia 28 tahun itu juga membuka peluang duel besar lain, termasuk kemungkinan menghadapi rising star Inggris Moses Itauma yang saat ini menjadi penantang nomor satu WBO.
Sementara itu, klausul pertandingan ulang melawan Wardley juga telah dikonfirmasi dan berpotensi menghadirkan duel kedua yang lebih besar di masa mendatang.
Artikel Tag: Frank Warren, Daniel Dubois, Fabio Wardley
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/daniel-dubois-vs-fabio-wardley-bukti-tinju-tetap-punya-appeal-luar-biasa
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini