Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao II: Duel Nostalgia Era Kejayaan Mereka
Manny Pacquiao (kanan) dan Floyd Mayweather Jr. (Foto: Fight TV)
Dua legenda tinju dunia, Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao, resmi mengumumkan akan kembali naik ring dalam laga ulang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September mendatang di Sphere, Las Vegas.
Pertarungan tersebut akan disiarkan secara global melalui platform streaming Netflix.
Pengumuman itu disampaikan pada Senin (23/2) waktu setempat dan langsung memicu beragam reaksi dari publik tinju.
Duel ini menjadi pertemuan kedua bagi keduanya setelah pertama kali bertarung pada 2015 dalam salah satu laga paling menguntungkan dalam sejarah olahraga tersebut.
Floyd Mayweather Jr kini berusia 49 tahun, sementara Manny Pacquiao 47 tahun.
Pada masa keemasan mereka sekitar 2010 hingga 2012, pertarungan keduanya sempat dinantikan dunia dan digadang-gadang bisa menjadi trilogi bersejarah.
Namun berbagai kendala, mulai dari negosiasi hingga persoalan politik promotor, membuat duel itu baru terwujud pada 2015.
Dalam pertarungan pertama yang digelar di Las Vegas, Mayweather menang angka mutlak atas Pacquiao.
Meski laga tersebut mencetak rekor pendapatan dengan estimasi mencapai 400 juta dolar AS, banyak penggemar menilai duel itu tidak memenuhi ekspektasi dari sisi aksi di atas ring.
“Floyd dan saya memberikan dunia pertarungan terbesar dalam sejarah tinju,” ujar Pacquiao dalam pernyataan resminya.
“Para penggemar sudah menunggu cukup lama — mereka pantas mendapatkan laga ulang ini.”
Mayweather sendiri sebelumnya disebut memperoleh total pendapatan karier mendekati 1 miliar dolar AS.
Namun laporan terbaru menyebutkan ia menghadapi gugatan hukum dari seorang perhiasan di Miami terkait cek yang diduga tidak dapat dicairkan senilai 1,675 juta dolar AS.
Selain laga ulang melawan Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr juga dilaporkan akan menjalani pertarungan ekshibisi melawan mantan juara dunia kelas berat Mike Tyson pada 25 April di Republik Demokratik Kongo.
Kembalinya Mayweather dan Pacquiao terjadi di tengah sorotan terhadap kondisi tinju profesional saat ini.
Sejumlah petinju elite dunia dinilai belum mampu menembus pasar arus utama, khususnya di Amerika Serikat.
Juara dunia kelas berat sejati Oleksandr Usyk, misalnya, lebih banyak bertanding di Eropa dan Arab Saudi.
Sementara juara empat divisi asal Jepang, Naoya Inoue, mendominasi di negaranya namun belum sepenuhnya dikenal publik luas AS.
Petinju seperti Terence Crawford telah pensiun, sedangkan Canelo Alvarez disebut memasuki fase akhir kariernya.
Di sisi lain, tinju wanita justru mendapat sorotan positif lewat nama-nama seperti Claressa Shields, Katie Taylor, dan Amanda Serrano.
Di Amerika Serikat, figur seperti Jake Paul mampu menarik perhatian pasar melalui laga-laga kontroversial, meski sebagian kalangan menilai itu bukan representasi tinju level tertinggi.
Pertarungan ulang Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao dinilai sebagai upaya menghadirkan kembali nostalgia era kejayaan mereka.
Meski banyak yang mempertanyakan urgensi duel tersebut mengingat usia keduanya, laga ini tetap berpotensi menarik perhatian besar secara komersial.
Dengan panggung megah Sphere dan distribusi global melalui Netflix, duel 19 September dipastikan akan menjadi salah satu agenda olahraga paling disorot tahun ini, terlepas dari pro dan kontra yang mengiringinya.
Artikel Tag: Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr, Mike Tyson
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/floyd-mayweather-vs-manny-pacquiao-ii-duel-nostalgia-era-kejayaan-mereka
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini