Hekkie Budler Taklukkan Wilayah Musuh dan Raih Sabuk Bergengsi di Jepang

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 22 Jan 2026, 08:41 WIB - 86 views
Hekkie Budler bertarung di kandang lawan untuk merebut gelar Ring, IBF, dan WBA kelas terbang junior (108 pound) melawan Ryoichi Taguchi. (Foto: Fight TV)

Hekkie Budler bertarung di kandang lawan untuk merebut gelar Ring, IBF, dan WBA kelas terbang junior (108 pound) melawan Ryoichi Taguchi. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Malam 20 Mei 2018 di Ota-City General Gymnasium, Tokyo, menjadi salah satu bab paling bersejarah dalam karier Hekkie Budler.

Petinju asal Afrika Selatan itu datang sebagai penantang, underdog besar, sekaligus bertarung di kandang lawan untuk memperebutkan gelar Ring, IBF, dan WBA kelas terbang junior (108 pound) melawan Ryoichi Taguchi.

Sebelumnya, Budler sempat menelan kekalahan tipis melalui split decision dari Milan Melindo di Filipina pada September 2017.

Kekalahan itu justru memicu tekad baru. Bersama pelatih setianya, Colin Nathan, Budler berambisi mendapatkan satu lagi kesempatan emas.

Awalnya, IBF menjanjikan laga ulang melawan Melindo, tetapi rencana berubah setelah Melindo menghadapi Taguchi.

Petinju Jepang itu tampil dominan, menyatukan gelar IBF dan WBA, serta merebut sabuk Ring yang kosong.

Melihat dominasi Taguchi atas Melindo, Budler sempat ragu. Namun keyakinan Nathan menjadi pegangan utama.

Dengan gaya bertarung yang mengandalkan pergerakan dan kecerdikan, sang pelatih meyakinkan Budler bahwa peluang tetap terbuka.

Kepercayaan penuh itu menjadi fondasi keberanian Budler untuk melangkah ke “wilayah musuh”.

Persiapan dilakukan di Johannesburg sebelum terbang jauh ke Jepang dengan penerbangan ekonomi.

Setibanya di Tokyo, Hekkie Budler harus beradaptasi dengan jet lag, kamar hotel yang sempit, perbedaan budaya, hingga makanan yang asing.

Ia bahkan harus merebus telur sendiri menggunakan ketel listrik demi menjaga pola makan jelang pertandingan.

Pertemuan pertama dengan Taguchi terjadi di konferensi pers, di mana Budler melihat langsung sabuk Ring Magazine yang selalu ia impikan sejak awal karier profesional.

Baginya, sabuk itu adalah simbol petinju nomor satu di divisi tersebut.

Di atas ring, Budler tampil tenang dan cerdas. Ia merasa mampu membaca serangan Taguchi, memenangkan banyak ronde dengan kecepatan dan manuver.

Meski sempat terjatuh akibat hook kiri lawan yang tidak dihitung sebagai knockdown, Budler tetap menjaga fokus.

Drama terjadi menjelang pengumuman skor ketika insiden itu diputar ulang, membuat ketegangan memuncak.

Akhirnya, keputusan juri berpihak kepadanya. Dengan selisih satu poin di kartu ketiga juri, Hekkie Budler dinyatakan sebagai juara baru.

Di tengah sorak-sorai yang tetap penuh respek, ia menaklukkan Jepang dan mewujudkan mimpi terbesarnya—sebuah kemenangan yang hanya bisa disaingi oleh momen pernikahan dan kelahiran anaknya.

Artikel Tag: Ryoichi Taguchi, Tinju, Tokyo, jepang, Afrika Selatan, IBF, WBA, milan melindo, Filipina

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/hekkie-budler-taklukkan-wilayah-musuh-dan-raih-sabuk-bergengsi-di-jepang
86
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini