Jesse Rodriguez Tumbangkan Antonio Vargas dan Raih Gelar Divisi Ketiga
Jesse Rodriguez (kanan) kini menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. (Foto: Fight TV)
Jesse Rodriguez sukses merebut gelar juara dunia kelas bantam versi WBA setelah mengalahkan Antonio Vargas dengan knockout pada ronde keenam.
Kemenangan di Desert Diamond Arena, Glendale, Arizona, Sabtu (13/6) malam tersebut sekaligus mengantarkan Rodriguez menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda.
Rodriguez memastikan kemenangan lewat pukulan tangan kiri lurus yang telak menghantam Vargas pada ronde keenam.
Sebelumnya, petinju berusia 26 tahun itu juga sempat menjatuhkan lawannya pada ronde keempat melalui pukulan overhand kiri pendek yang membuat Vargas kesulitan melanjutkan ritme pertarungan.
Hasil tersebut memperpanjang rekor sempurna Rodriguez menjadi 24 kemenangan tanpa kekalahan, dengan 17 kemenangan diraih melalui KO.
Ini juga menjadi kemenangan KO keenam secara beruntun bagi petinju berjuluk "Bam" tersebut.
"Saya siap menghadapi siapa pun dan kapan pun. Hadapkan saja mereka kepada saya, dan saya akan selalu mengatakan ya," ujar Jesse Rodriguez setelah pertandingan.
Penampilan impresif Rodriguez kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan duel akbar melawan juara dunia sejati kelas bulu super, Naoya Inoue.
Pertarungan itu telah lama menjadi salah satu laga yang paling dinantikan di dunia tinju.
Sebelum pertandingan melawan Vargas, pelatih Rodriguez, Robert Garcia, sempat menyatakan bahwa anak asuhnya kemungkinan akan menjalani satu pertarungan lagi di kelas 118 pon sebelum naik kelas untuk menantang Inoue.
Namun, promotor Eddie Hearn mengisyaratkan rencana tersebut bisa berubah apabila Rodriguez tampil meyakinkan.
Rodriguez ternyata tidak hanya tampil meyakinkan, tetapi juga mendominasi jalannya laga melawan Vargas, yang sebelumnya juga menyandang status juara dunia.
Pada debutnya di kelas bantam, Jesse Rodriguez mampu membawa kekuatan pukulannya ke divisi yang lebih tinggi.
Meski sempat menerima beberapa pukulan dari Vargas, petinju asal Amerika Serikat itu tidak pernah benar-benar berada dalam tekanan meski menghadapi lawan yang memiliki postur lebih besar.
Variasi pukulan dan kemampuannya menciptakan sudut serangan menjadi kunci keberhasilan Rodriguez sepanjang pertandingan.
Vargas, yang sebelumnya sempat dua kali terjatuh dalam tiga pertarungan terakhirnya, kembali mengalami knockdown pada ronde keempat sebelum akhirnya tidak mampu bangkit setelah menerima kombinasi empat pukulan yang ditutup dengan pukulan kiri lurus pada ronde keenam.
"Dia jauh lebih tangguh dari yang saya perkirakan. Pukulannya juga cukup keras. Setelah knockdown pertama pun dia bangkit dan bertarung seolah tidak terjadi apa-apa. Saya menghormatinya," kata Rodriguez.
Berdasarkan statistik pertandingan, Jesse Rodriguez mendaratkan 81 dari 213 pukulan atau memiliki akurasi 38 persen.
Sementara Vargas juga mengenai 81 pukulan, tetapi dari total 279 percobaan dengan akurasi 29 persen.
Perbedaan efektivitas pukulan menjadi faktor utama yang menentukan hasil laga.
Kemenangan ini membuka sejumlah opsi bagi Rodriguez, termasuk memburu gelar juara dunia lain di kelas bantam atau langsung mewujudkan pertarungan besar melawan Naoya Inoue.
Eddie Hearn bahkan menyebut duel tersebut sebagai salah satu laga terbesar yang bisa ditawarkan dunia tinju saat ini.
Artikel Tag: naoya inoue, Jesse Rodriguez
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/jesse-rodriguez-tumbangkan-antonio-vargas-dan-raih-gelar-divisi-ketiga
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini