Josh Padley Pertahankan Gelar Juara Eropa dan Bidik Level Dunia
Josh Padley harus bekerja keras sepanjang 12 ronde untuk mengatasi perlawanan sengit Fiaz. (Foto: Fight TV)
Josh Padley menegaskan ambisinya untuk terus mewujudkan mimpi menjadi juara dunia setelah berhasil mempertahankan gelar juara Eropa kelas ringan junior lewat kemenangan atas Aqib Fiaz di Sheffield Arena, Sabtu lalu.
Petinju asal Yorkshire itu harus bekerja keras sepanjang 12 ronde untuk mengatasi perlawanan sengit Fiaz.
Meski tidak mendominasi sepenuhnya, Padley tampil lebih efektif pada paruh kedua pertarungan dan akhirnya meraih kemenangan angka terbelah dalam duel yang berlangsung ketat dan menghibur.
Hasil tersebut memperpanjang momentum positif Padley yang dalam dua tahun terakhir mengalami perkembangan pesat dalam karier profesionalnya.
Petinju berusia 30 tahun itu mencuri perhatian dunia tinju ketika secara mengejutkan mengalahkan Mark Chamberlain pada September 2024.
Kemenangan tersebut diraih dalam kartu pertandingan yang juga menampilkan duel Daniel Dubois melawan Anthony Joshua di Stadion Wembley.
Popularitas Josh Padley semakin meningkat ketika ia menerima tawaran mendadak untuk menghadapi Shakur Stevenson pada Februari tahun lalu.
Saat itu ia menantang juara dunia WBC kelas ringan yang juga menempati peringkat ketiga petinju terbaik dunia lintas divisi versi The Ring.
Meski kalah pada ronde kesembilan, pengalaman menghadapi Stevenson membuat Padley semakin yakin bahwa dirinya mampu bersaing di level tertinggi.
Kini, setelah sukses mempertahankan gelar Eropa, ia berharap dapat kembali memperoleh kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia, kali ini di divisi kelas ringan junior 130 pon.
“Dia datang dengan semua yang dimilikinya. Saya pikir akan lebih mudah menekannya ke belakang, tetapi ternyata tidak,” kata Padley seusai pertandingan.
“Dia berlatih sekeras mungkin dan datang untuk menang. Itu yang membuat pertarungan ini menjadi sangat bagus.”
Padley mengaku perjalanan kariernya sejauh ini merupakan bukti bahwa mimpi besar bisa diraih meski berasal dari latar belakang sederhana.
“Saya memulai semuanya dengan tujuan dan mimpi. Saya tidak pernah menyerah pada mimpi itu dan sekarang saya sedang mewujudkannya. Saya hanya pekerja biasa dan sekarang berada di bawah sorotan lampu besar sebagai laga utama sebuah acara. Ini benar-benar perjalanan dari mimpi menjadi kenyataan,” ujarnya.
Promotor Matchroom Boxing, Eddie Hearn, yang menangani karier Padley, menegaskan bahwa petinjunya kini layak mendapatkan tantangan yang lebih besar.
Menurut Hearn, tidak ada pertarungan mudah di divisi kelas ringan junior yang dihuni banyak petinju elite.
Namun, ia yakin Josh Padley telah membuktikan kemampuannya untuk bersaing di level dunia.
“Tidak ada yang mudah di kelas 130 pon,” kata Hearn.
Ia menyebut sejumlah nama besar yang menghuni divisi tersebut, termasuk O'Shaquie Foster, Ray Ford, Emanuel Navarrete, dan Anthony Cacace, sebagai bukti tingginya persaingan.
Meski demikian, Hearn optimistis langkah berikutnya bagi Padley adalah pertarungan besar, baik untuk memperebutkan gelar dunia maupun menghadapi nama ternama lainnya.
Hearn juga mengungkapkan bahwa juara dunia WBC kelas welter junior, Dalton Smith, dijadwalkan kembali bertarung di Sheffield Arena pada akhir Oktober setelah pulih dari cedera.
Josh Padley diperkirakan akan menjadi bagian dari acara tersebut dalam sebuah laga penting.
“Setelah menaklukkan Eropa dan mempertahankan gelar, langkah berikutnya adalah menuju level dunia. Itulah yang sedang kami cari untuk Josh Padley,” ujar Hearn.
Artikel Tag: Shakur Stevenson, O'Shaquie Foster, Josh Padley
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/josh-padley-pertahankan-gelar-juara-eropa-dan-bidik-level-dunia
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini