Keluarga Fury: Salah Satu Dinasti Petarung Terproduktif dalam Sejarah Tinju
Tyson Fury (kiri) yang berpose dengan sang ayah, John, merupakan pusat dari keluarga Fury. (Foto: Fight TV)
Keluarga Fury memiliki alasan kuat untuk disebut sebagai salah satu dinasti petarung paling produktif dalam sejarah tinju.
Ketika Tyson Fury menjalani debut profesionalnya pada 2008 sebagai pemuda jangkung berusia 20 tahun, publik mengenalnya sebagai anak dari mantan petinju profesional John Fury.
Namun, hubungan keluarga ini dengan dunia tinju ternyata jauh lebih dalam, melibatkan saudara, sepupu, hingga leluhur yang kisahnya nyaris menyerupai legenda.
Tyson Fury menjadi pusat dari dinasti ini. Namanya diambil dari legenda tinju Mike Tyson, dan kariernya dipenuhi pasang surut dramatis.
Ia mencetak sejarah pada 2015 dengan mengalahkan Wladimir Klitschko dan merebut tiga sabuk juara dunia.
Namun, masalah pribadi membuatnya pensiun sementara tanpa mempertahankan gelar.
Kebangkitannya pada 2018, rivalitas epik melawan Deontay Wilder, hingga menjadi juara WBC pada 2020 menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik generasinya.
Meski kemudian kalah dua kali dari Oleksandr Usyk, Tyson tetap dikenang sebagai figur dominan dekade terakhir.
Ayahnya, John “Gypsy John” Fury, juga merupakan petinju profesional pada era 1980-an dan 1990-an.
Meski kariernya tidak gemilang, pengaruhnya terhadap Tyson sangat besar, terutama dalam membentuk mental bertarung.
Figur penting lain adalah Andy Lee, sepupu kedua Tyson dan mantan juara dunia kelas menengah WBO.
Lee dikenal sebagai petinju cerdas dan kini menjadi pelatih sekaligus komentator tinju yang disegani.
Nama Hughie Fury, sepupu Tyson, juga sempat digadang-gadang sebagai penerus kejayaan keluarga. Meski pernah menantang gelar dunia, ia belum mampu menembus level elite.
Peter Fury, ayah Hughie, memainkan peran besar sebagai pelatih Tyson pada fase awal kariernya, termasuk kemenangan ikonik atas Klitschko.
Generasi berikutnya diwakili Tommy Fury dan Roman Fury.
Tommy dikenal luas lewat dunia hiburan dan laga melawan selebritas, sementara Roman masih membangun fondasi karier profesionalnya.
Di luar ring modern, kisah keluarga Fury semakin sarat mitos melalui figur seperti Bartley Gorman dan Uriah Burton, petarung bareknuckle legendaris yang disebut tak terkalahkan selama puluhan tahun.
Tyson sendiri meyakini darah petarung mengalir dari kedua sisi keluarganya.
Kisah-kisah tentang kekuatan luar biasa, duel tanpa ampun, dan ramalan masa depan memperkuat citra keluarga Fury sebagai “bangsawan tinju”.
Antara fakta, legenda, dan mitos, satu hal jelas: nama Fury telah tertanam kuat dalam sejarah pertarungan.
Artikel Tag: Tyson Fury, oleksandr usyk, Deontay Wilder
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/keluarga-fury-salah-satu-dinasti-petarung-terproduktif-dalam-sejarah-tinju
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini