Kurang Dikenal, Abass Baraou Siap Curi Perhatian Dunia Hadapi Xander Zayas
Abass Baraou (kanan) dan Xander Zayas. (Foto: Fight TV)
Nama Abass Baraou mungkin belum lama dikenal luas di dunia tinju internasional.
Namun, segalanya berubah sejak petinju asal Jerman itu menghancurkan Yoenis Tellez untuk merebut gelar interim WBA kelas junior middleweight pada Agustus lalu.
Sebulan kemudian, ketika Terence Crawford naik ke kelas super middleweight, Baraou resmi dinaikkan statusnya menjadi juara dunia penuh dan langsung masuk dalam peta kekuatan salah satu divisi paling padat di tinju modern.
Kini, momen penentuan karier ada di depan mata Abass Baraou (17-1, 9 KO).
Pada 31 Januari, ia akan bertandang ke San Juan, Puerto Rico, untuk menghadapi juara WBO Xander Zayas (22-0, 13 KO) dalam duel unifikasi gelar yang sarat risiko dan peluang.
Laga ini bisa menjadi ajang “tenggelam atau berenang” bagi Baraou, yang masih dipandang sebagai juara misterius oleh banyak penggemar.
Abass Baraou mengakui bahwa status juara dunia justru membuatnya semakin lapar akan pembuktian.
Menurutnya, gelar tidak mengubah kehidupan pribadinya, tetapi membuka mata akan besarnya peluang dan pertarungan besar yang kini berada dalam jangkauan.
Ia merasa belum sepenuhnya menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring, meski telah ditempa oleh pengalaman amatir yang panjang.
Petinju berusia 31 tahun itu dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi.
Ia bisa bertinju secara teknis jika dibutuhkan, namun juga piawai menekan lawan dan menghancurkan mereka secara perlahan.
Gaya bertarung agresif inilah yang ia yakini dapat menjadi kunci saat menghadapi Zayas, petinju muda bertalenta yang bertarung di depan pendukungnya sendiri.
Lahir dan besar di Berlin, Abass Baraou meniti karier profesionalnya di Jerman sejak 2018 sebelum mulai bertarung di Inggris.
Terobosannya terjadi saat ia menyeberang ke Amerika Serikat sebagai pihak yang kurang diunggulkan untuk melawan Tellez.
Dalam laga tersebut, Baraou tampil lebih aktif, menjatuhkan Tellez di ronde ke-12 dan menang angka mutlak. Kemenangan itu menegaskan bahwa ia bukan sekadar pelengkap.
Menariknya, Baraou dan Zayas bukanlah sosok asing satu sama lain. Keduanya pernah beberapa kali berlatih tanding, sehingga Baraou paham betul kualitas lawannya.
Ia mengakui Xander Zayas memiliki footwork dan kemampuan teknis yang sangat baik.
Namun, laga profesional adalah cerita berbeda, dan Baraou bertekad merusak pesta kepulangan sang juara muda.
Xander Zayas sendiri merebut gelar WBO pada Juli lalu dan sempat mencatatkan diri sebagai juara dunia pria termuda saat itu.
Kini, ia ingin mengukuhkan statusnya di hadapan publik Puerto Riko. Sebaliknya, Baraou datang tanpa rasa gentar.
Baginya, lokasi pertarungan tak mengubah apa pun. Yang terpenting hanyalah mengalahkan pria di depannya demi mencapai tujuan besar.
Sebagai underdog dengan peluang taruhan cukup besar, Baraou berpeluang kembali membuat kejutan.
Dengan persiapan matang dan keyakinan penuh, ia siap membungkam keraguan dan pulang dari Puerto Riko sebagai juara dunia unifikasi.
Artikel Tag: Xander Zayas, Tinju, boxing, Jerman, WBA, Kelas Menengah Junior, Terence Crawford, Kelas Menengah Super, puerto riko, WBO, Unifikasi, Berlin, Inggris, Amerika Serikat
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/kurang-dikenal-abass-baraou-siap-curi-perhatian-dunia-hadapi-xander-zayas
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini