Tim Tszyu Sesumbar Errol Spence Salah Pilih Lawan “Comeback”

Penulis: Hanif Rusli
Rabu 08 Jul 2026, 10:15 WIB - 80 views
Errol Spence dijadwalkan melawan Tszyu pada 26 Juli mendatang di Afterpay Arena, Sydney, Australia. (Foto: Fight TV)

Errol Spence dijadwalkan melawan Tszyu pada 26 Juli mendatang di Afterpay Arena, Sydney, Australia. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Tim Tszyu meyakini Errol Spence Jr. akan menyesali keputusannya yang langsung menghadapi lawan berat saat kembali naik ring setelah hampir tiga tahun absen.

Menurut Tszyu, mantan juara dunia kelas welter itu seharusnya menjalani satu pertarungan pemanasan sebelum menghadapi dirinya.

Errol Spence dijadwalkan melawan Tszyu pada 26 Juli mendatang di Afterpay Arena, Sydney, Australia.

Pertarungan tersebut akan menjadi penampilan pertama Spence sejak kalah TKO dari Terence Crawford pada ronde kesembilan dalam duel unifikasi gelar kelas welter pada Juli 2023.

Usai kekalahan tersebut, Spence sempat mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya.

Namun setelah memutuskan kembali bertinju, petinju berusia 36 tahun itu memilih langsung menghadapi mantan juara dunia kelas welter junior WBO, Tim Tszyu, alih-alih mengambil lawan yang dianggap lebih ringan.

Tszyu mengaku menghormati keberanian Spence yang tidak mencari laga pemanasan. Meski demikian, petinju asal Australia itu yakin keputusan tersebut akan menjadi penyesalan bagi lawannya setelah pertarungan berakhir.

"Sampai batas tertentu saya memang terkejut, tetapi saya tahu tipe petarung seperti dia. Dia selalu suka menerima tantangan besar. Namun saya akan membuatnya menyesal karena tidak mengambil pertarungan pemanasan terlebih dahulu," ujar Tszyu kepada The Ring.

Errol Spence memasuki duel dengan rekor profesional 28 kemenangan dan satu kekalahan, termasuk 22 kemenangan melalui knockout.

Selama masa persiapan, ia berulang kali menyatakan ingin membuktikan bahwa kekalahan dari Crawford bukan tanda dirinya telah habis sebagai petinju elite.

Di sisi lain, Tszyu juga datang dengan motivasi besar untuk menghidupkan kembali kariernya.

Petinju berusia 31 tahun itu memiliki catatan tiga kemenangan dan tiga kekalahan dalam enam pertarungan terakhir, meski berhasil memenangi dua laga secara beruntun.

Dengan modal tersebut, Tszyu membidik kemenangan terbesar sepanjang karier profesionalnya.

Ia menilai kunci utama untuk mengalahkan Spence bukan hanya soal teknik, tetapi juga menguji ketahanan mental dan semangat bertarung lawannya.

"Hal terbesar bagi saya adalah menguji hatinya. Seberapa besar dia masih menginginkan semua ini? Ketika seseorang sudah mencapai banyak hal dalam olahraga, terkadang muncul pertanyaan dalam dirinya sendiri, apakah masih perlu terus bertarung atau tidak. Saya ingin melihat bagaimana reaksinya ketika mulai berbicara dengan dirinya sendiri di atas ring," kata Tszyu.

Duel di Sydney diperkirakan menjadi salah satu pertarungan paling menarik di divisi kelas welter junior tahun ini.

Bagi Errol Spence, laga tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi setelah absen panjang.

Sementara itu, Tszyu berharap kemenangan atas mantan juara dunia itu akan mengangkat kembali posisinya dalam persaingan perebutan gelar dunia.

Artikel Tag: Terence Crawford, Errol Spence, Tim Tszyu

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/tim-tszyu-sesumbar-errol-spence-salah-pilih-lawan-comeback
80
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini