Viddal Riley Ingin Sejajar dengan Jai Opetaia dan David Benavidez
Viddal Riley akan menghadapi Seydi Coupe pada 14 November di OVO Arena Wembley, London, untuk mempertahankan gelar Eropa. (Foto: Fight TV)
Viddal Riley bertekad menempatkan dirinya sejajar dengan Jai Opetaia dan David Benavidez sebagai tiga nama utama di kelas penjelajah dalam 12 bulan ke depan.
Petinju Inggris itu akan menghadapi Seydi Coupe pada 14 November di OVO Arena Wembley, London, untuk mempertahankan gelar Eropa sekaligus menjaga momentum menuju perebutan gelar dunia.
Viddal Riley (14-0, 7 KO) saat ini menempati peringkat ketujuh kelas penjelajah versi The Ring.
Ia tengah menunggu kesempatan pertama untuk memperebutkan gelar juara dunia setelah Federasi Tinju Internasional (IBF) memerintahkan dirinya dan David Nyika bertarung memperebutkan sabuk yang lowong.
Namun, pembicaraan mengenai pertarungan tersebut masih berlangsung. Riley pun memilih menghadapi Coupe, penantang wajib gelar Eropa miliknya, agar tetap aktif bertanding.
Duel itu akan menjadi penampilan utama pertama bagi petinju berusia 29 tahun tersebut.
Viddal Riley berharap kemenangan meyakinkan dapat mempercepat langkahnya menuju persaingan papan atas divisi tersebut.
Opetaia saat ini merupakan juara kelas penjelajah versi The Ring, sedangkan Benavidez menempati posisi pertama dalam daftar penantang.
“Menurut saya, dalam 12 bulan ke depan, nama-nama yang harus dibicarakan di divisi ini adalah saya, Jai Opetaia, dan David Benavidez.
Ketiganya akan menjadi nama yang diperbincangkan ketika orang membahas petinju terbaik di kelas ini,” kata Riley kepada The Ring.
Ia ingin menarik perhatian seluruh kalangan penggemar tinju, mulai dari penggemar yang mengikuti aspek teknis olahraga hingga komunitas penggemar yang lebih luas.
Viddal Riley berharap ketiga nama tersebut semakin sering dibandingkan dalam perbincangan tentang persaingan kelas penjelajah.
Peluang Riley merebut gelar IBF sempat terhambat setelah Opetaia mengajukan gugatan terhadap badan tinju tersebut di pengadilan federal Nevada pada Juli.
Petinju Australia yang belum terkalahkan itu dilaporkan mengajukan gugatan sepanjang 123 paragraf setelah gelarnya dicabut sebelum menghadapi Brandon Glanton pada 8 Maret, dalam debutnya bersama Zuffa Boxing.
Perselisihan hukum tersebut membuat Riley dan Nyika belum memperoleh kepastian mengenai perebutan sabuk yang lowong.
Riley mengakui dirinya sempat frustrasi karena kesempatan bertarung untuk gelar dunia tertunda, tetapi kini memilih memusatkan perhatian pada kariernya sendiri.
“Situasi ini benar-benar di luar kendali saya. Awalnya tentu ada rasa frustrasi karena seharusnya saya bertarung untuk gelar dunia. Namun, saya sadar tidak bisa terus mencurahkan energi pada masalah badan tinju. Saya harus fokus pada karier sendiri,” ujarnya.
Riley menegaskan bahwa ia telah mendapatkan posisi untuk memperebutkan gelar tersebut ketika situasinya terselesaikan.
Sementara itu, ia menganggap duel melawan Coupe (14-0, 9 KO), petinju Prancis yang juga belum terkalahkan, sebagai pertahanan gelar yang sesungguhnya, bukan sekadar pertarungan untuk menjaga aktivitas.
“Saya harus mempertahankan gelar ini, membuktikan bahwa kemampuan saya melampaui level Eropa, dan masuk ke panggung dunia. Itulah tujuan saya agar secepat mungkin bisa bersaing dengan dua nama utama di divisi ini,” kata Riley.
Artikel Tag: David Benavidez, Jai Opetaia
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/viddal-riley-ingin-sejajar-dengan-jai-opetaia-dan-david-benavidez
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini