William Zepeda Dukung Penerapan Sistem Open Scoring dalam Tinju
William Zepeda merasakan langsung penerapan sistem tersebut ketika mengalahkan Lamont Roach Jr. melalui keputusan angka mutlak untuk merebut gelar WBC kelas ringan. (Foto: Fight TV)
Juara dunia kelas ringan WBC, William Zepeda, mendukung penerapan sistem open scoring dalam pertandingan tinju karena dinilai membantu petinju dan timnya menyesuaikan strategi selama pertarungan berlangsung.
Sistem open scoring menjadi salah satu topik yang memicu perdebatan di dunia tinju. Melalui sistem ini, petinju, pelatih, penonton di arena, hingga pemirsa di seluruh dunia dapat mengetahui hasil penilaian juri setelah ronde keempat dan kedelapan.
William Zepeda merasakan langsung penerapan sistem tersebut ketika mengalahkan Lamont Roach Jr. melalui keputusan angka mutlak untuk merebut gelar WBC kelas ringan yang kosong pada 1 Agustus di Virgin Hotels Las Vegas.
Dalam penampilannya di podcast WBC, Zepeda mengaku sangat menyukai sistem tersebut. Menurutnya, keterbukaan skor memberikan informasi penting yang dapat digunakan petinju dan pelatih untuk menentukan perubahan strategi secara langsung.
"Sistem ini berguna bukan hanya bagi petinju, tetapi juga pelatih karena mereka bisa melihat apakah penilaian dilakukan dengan benar atau apa yang sebenarnya dinilai oleh juri," kata Zepeda.
Ia mencontohkan situasi ketika seorang petinju bertarung dengan bergerak mundur sambil menerima pukulan dan melancarkan serangan balik.
Petinju tersebut mungkin merasa dirinya unggul, tetapi juri bisa memiliki pandangan berbeda dan menganggap petinju yang terus maju sebagai pihak yang lebih dominan.
Menurut William Zepeda, informasi skor dapat membuat pelatih mengetahui kecenderungan penilaian juri dan kemudian menyesuaikan strategi agar petinjunya tidak kehilangan ronde.
Dalam pertarungannya melawan Roach, Zepeda sempat mendapat skor 39-37, 39-37, dan 38-38 setelah empat ronde. Setelah delapan ronde, skor berubah menjadi 78-74, 77-75, dan 77-75 untuk Zepeda.
Pada akhirnya, ketiga juri memberikan kemenangan kepada Zepeda dengan skor 118-110, 117-111, dan 117-111. Zepeda tercatat memenangkan setidaknya sembilan ronde menurut masing-masing juri.
Kemenangan tersebut menjadi kebangkitan penting bagi Zepeda yang sebelumnya mengalami kekalahan pertama dalam kariernya.
Pada Juli 2025, ia kalah angka secara meyakinkan dari Shakur Stevenson dalam pertarungan 12 ronde untuk gelar WBC yang sama.
Sebelum menghadapi Stevenson, Zepeda mencatat dua kemenangan melalui keputusan angka atas Tevin Farmer dan sempat menghentikan empat lawan secara beruntun, termasuk Giovanni Cabrera, Maxi Hughes, dan Mercito Gesta.
Petinju yang menempati peringkat ketiga kelas ringan versi The Ring itu menganggap kekalahan dari Stevenson sebagai pengalaman penting.
Ia mempelajari bagaimana lawannya memanfaatkan timing, pergerakan, serta situasi tertentu untuk membuka pertahanan.
"Hal yang paling melekat dari pertarungan melawan Shakur adalah timing-nya," ujar Zepeda.
Pengalaman tersebut membuat Zepeda memahami pentingnya bertarung secara lebih cerdas. Ia kemudian membawa pelajaran itu saat menghadapi Roach dan berhasil merebut gelar dunia.
"Di level ini, Anda harus bertarung dengan cerdas. Pengalaman memainkan peran besar di atas ring. Dengan pengalaman, kedewasaan, dan kebijaksanaan, Anda bisa menghadapi pertarungan tanpa masalah," katanya.
Artikel Tag: Shakur Stevenson, William Zepeda
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/william-zepeda-dukung-penerapan-sistem-open-scoring-dalam-tinju
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini