☰
Kanal
✕

Agit Kabayel Ingin Buktikan Status Juara WBC lewat Pertahanan Gelar

Penulis: Hanif Rusli
14 Okt 2026, 11:51 WIB

Agit Kabayel akan mempertaruhkan sabuk hijau-emas WBC melawan Hysa, petinju Albania yang juga belum terkalahkan. (Foto: Fight TV)

Agit Kabayel mengakui statusnya sebagai juara dunia kelas berat World Boxing Council (WBC) belum sepenuhnya terasa nyata.

Petinju asal Jerman itu menilai kemenangan dalam pertahanan gelar pertamanya akan membuat pencapaian tersebut benar-benar terasa, saat menghadapi Nelson Hysa pada 28 November di ESPRIT Arena, Düsseldorf.

Agit Kabayel, yang memiliki rekor 27 kemenangan tanpa kekalahan dengan 19 kemenangan knockout (KO), akan mempertaruhkan sabuk hijau-emas WBC melawan Hysa, petinju Albania yang juga belum terkalahkan dengan catatan 25 kemenangan dan 23 KO.

Pertarungan tersebut akan disiarkan langsung melalui DAZN.

Petinju berusia 34 tahun itu menjalani laga pertamanya sejak diangkat dari status juara interim menjadi juara penuh WBC.

Perubahan tersebut terjadi setelah Oleksandr Usyk memutuskan mengosongkan tiga gelar yang masih dimilikinya dari badan tinju tersebut pada Juni lalu.

Dalam wawancara dengan Louis Hart melalui kanal YouTube The Ring, Agit Kabayel mengatakan kemenangan di atas ring akan membuatnya lebih merasakan pencapaian impiannya sebagai juara dunia kelas berat.

“Mungkin setelah pertarungan ini, saya pasti akan merasakannya. Usyk melepas semua gelarnya dan ini menjadi pertarungan pertama saya sejak itu. Setelah pertarungan, saya akan merasa sangat luar biasa,” kata Kabayel.

Ia menambahkan bahwa sejumlah juara interim di divisi kelas berat juga dinaikkan statusnya setelah Usyk mengosongkan gelar-gelarnya.

Karena itu, Kabayel berharap bisa menikmati pencapaiannya dengan lebih besar setelah berhasil mempertahankan sabuk untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, Kabayel berambisi merebut gelar dengan mengalahkan Usyk secara langsung.

Ia bahkan berulang kali meminta kesempatan menghadapi petinju Ukraina yang belum terkalahkan tersebut, termasuk melalui unggahan video di Instagram dan kunjungannya ke Mesir.

“Saya sudah mencoba segalanya. Saya membuat banyak keributan, mengunggah video di Instagram, menantangnya secara terbuka, dan pergi ke Mesir. Setelah pertarungannya melawan Rico Verhoeven, saya juga meminta kesempatan untuk melawannya,” ujar Kabayel.

Namun, Usyk akhirnya memilih melepas seluruh gelarnya ketimbang memenuhi kewajiban menghadapi para penantang wajibnya. Kabayel pun memutuskan mengalihkan perhatian ke kariernya sendiri dan tantangan yang menanti.

Terlepas dari batalnya duel melawan Usyk, Agit Kabayel kini menjadi salah satu nama besar di kelas berat dan petinju yang mampu menarik banyak penonton.

Lebih dari 35.000 tiket dari total kapasitas 43.000 tempat duduk untuk pertarungannya melawan Hysa dilaporkan telah terjual. Promotor Frank Warren memperkirakan arena akan terisi penuh.

ESPRIT Arena terakhir kali menjadi tuan rumah pertarungan perebutan gelar dunia pada November 2015, ketika Tyson Fury mengalahkan Wladimir Klitschko dan mengakhiri dominasi juara Ukraina itu selama lebih dari 11 tahun.

Kini, Kabayel ingin membuka babak baru bagi tinju Jerman. “Ini era saya. Era Kabayel. Kami telah membawa tinju kembali ke Jerman,” katanya.

Artikel Tag: oleksandr usyk, Agit Kabayel

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru