Angel Reese dan Atlanta Dream Jaga Momentum Jelang Gim 4 Final WNBA
Angel Reese (kanan) menjadi motor serangan Atlanta Dream dengan sumbangan 21 poin di gim ketiga Final WNBA 2026. (Foto: AP)
Atlanta Dream berupaya mempertahankan momentum saat menjamu Golden State Valkyries pada gim keempat final WNBA, Sabtu (24/10) siang atau Minggu tengah malam WIB, setelah memenangi dua pertandingan beruntun dengan selisih total 40 poin.
Kemenangan akan membawa Dream semakin dekat dengan gelar juara pertama dalam sejarah klub tersebut.
Atlanta Dream, unggulan keempat, kini memimpin 2-1 dalam seri final berformat best-of-seven.
Mereka merebut keunggulan setelah menghancurkan Valkyries 97-71 pada gim ketiga, Rabu (21/10), dengan memanfaatkan ketajaman serangan untuk menembus pertahanan terbaik liga.
Pelatih kepala Atlanta Dream, Karl Smesko, mengatakan motivasi untuk menyelesaikan perjuangan dan merebut gelar sudah cukup bagi timnya untuk mempertahankan keunggulan.
“Karena Anda ingin menyelesaikan pekerjaan. Ini adalah dua tim hebat yang bertanding dan bersaing pada level tinggi, tetapi hanya satu dari kami yang akan menjadi juara. Jadi, itu seharusnya sudah cukup menjadi motivasi bagi semua orang,” kata Smesko.
Pada gim ketiga, Atlanta Dream mencatat akurasi tembakan 49,3 persen.
Mereka menjadi tim kedua sepanjang musim ini yang mampu mencetak 97 poin melawan Golden State, yang hanya kebobolan rata-rata 75,1 poin per pertandingan pada musim reguler.
Angel Reese menjadi motor serangan Dream dengan sumbangan 21 poin. Pemain berusia 24 tahun itu didatangkan dari Chicago Sky melalui pertukaran pemain pada jeda musim dan langsung memberikan dampak besar bagi Atlanta.
Reese juga menjadi pemain termuda dalam sejarah final WNBA yang mencatatkan sedikitnya 20 poin dan 10 rebound dalam dua pertandingan berturut-turut.
“Tujuan saya datang ke Atlanta adalah memenangi kejuaraan. Saya pikir Anda menjadi salah satu pemain hebat ketika mampu memberikan dampak terhadap kemenangan. Itulah yang ingin saya lakukan sejak datang ke sini. Hal-hal lainnya tidak terlalu penting bagi saya,” ujar Reese.
Dia mengakui dukungan penonton tuan rumah turut membantu meningkatkan performa timnya.
Menurut Reese, atmosfer arena dan sorakan suporter dalam setiap penguasaan bola memberikan energi tambahan bagi Dream.
Di kubu Golden State, pelatih Natalie Nakase menegaskan timnya tetap berjuang meskipun menelan dua kekalahan beruntun. Dia mengingatkan para pemain bahwa Valkyries pernah bangkit dalam situasi tertinggal.
Namun, Golden State perlu segera memperbaiki akurasi tembakan yang hanya mencapai 33,7 persen dalam tiga gim pertama. Mereka juga hanya memasukkan 26 dari 87 percobaan tembakan tiga angka, atau 29,9 persen.
Selain itu, Valkyries melakukan total 33 turnover dalam dua pertandingan terakhir.
Catatan tersebut berbanding terbalik dengan performa mereka pada musim reguler, ketika menjadi tim dengan rata-rata turnover paling sedikit di liga, yakni 10,4 per pertandingan.
“Ini sangat tidak seperti kebiasaan kami. Namun, kami tahu akan membuat kesalahan dan tidak semuanya selalu sempurna. Ada alasan mengapa ini merupakan sebuah seri. Kami harus menyesuaikan diri, tetapi juga harus tetap bersatu untuk melakukannya,” kata guard Golden State Tiffany Hayes.
Artikel Tag: WNBA, Golden State Valkyries, Atlanta Dream